Jenis Laba-laba Paling Mematikan di Dunia

black widow

BIBLIOTIKA - Banyak orang yang takut pada laba-laba, tak peduli apakah laba-laba itu berbahaya atau tidak. Karena ketakutan pada laba-laba menghinggapi banyak orang, sampai-sampai muncul istilah khusus untuk menyebut hal itu, yakni arachnopobhia—ketakutan atau fobia pada laba-laba.

Namun, sebenarnya, umumnya laba-laba tidak berbahaya, meski ada sedikit laba-laba yang mengandung racun mematikan. Berikut ini beberapa di antaranya.

The black widow

Laba-laba ini banyak ditemukan di benua Amerika, tepatnya di Amerika Utara, dan sudah terkenal sebagai serangga yang amat mematikan.

Ketika menggigit, bekas taring gigitannya biasanya akan membekas pada tubuh si korban. Seiring dengan itu, racun yang dilepaskannya akan segera bekerja, dan si korban akan merasakan sakit perut, nyeri punggung, tekanan darah yang tiba-tiba meninggi, kram pada otot perut, gagal pernapasan, dan kegelisahan. Jika tidak segera mendapatkan perawatan medis, korban pun bisa tewas karena racun the black widow.

The red back

Laba-laba berpunggung merah ini berasal dari Australia, dan memiliki racun mematikan, yaitu neurotoksik. Ketika tergigit oleh laba-laba ini, korban akan mengalami mual, muntah, berkeringat, dan fungsi-fungsi ototnya akan melemah. Apabila tidak segera mendapatkan perawatan medis, gejala itu kemudian menjadi kelumpuhan, yang juga dapat berakhir kematian.

Jika the red back jantan berpunggung merah, the red back betina memiliki tubuh berwarna hitam dengan garis merah di punggungnya.

The funnel web

Sebagaimana the red back, laba-laba ini juga berasal dari Australia, dan memiliki racun yang sama seperti the red back, yaitu neurotoksik.

Pada waktu akan menyerang, laba-laba ini akan mengangkat kaki belakangnya, dan memperlihatkan taringnya. Korban yang tersengat racunnya akan mengalami kejang, tubuh berkeringat, dan keluar air mata. Yang unik, melihat laba-laba ini—tanpa tersengat racunnya—juga dapat membuat kita mengeluakan air mata sendiri.

The brown recluse

Laba-laba ini berukuran kecil, dan memiliki punggung yang berbentuk seperti biola. Gigitan laba-laba ini biasanya menghasilkan bentol pada tubuh korbannya. Namun, bentol yang terjadi hanya reaksi awal. Yang mengerikan, bentol itu kemudian akan membusuk perlahan-lahan, dan anggota tubuh yang terkena bentol hasil gigitan itu bahkan dapat terlepas dari badan.

The Brazilian wandering

Pertama kali ditemukan di Amerika Selatan, laba-laba ini terlihat gugup namun agresif. Gigitannya terkenal mengerikan, karena memiliki efek yang aneh namun mematikan.

Ketika menggigit, laba-laba ini akan melepaskan zat serotonin ke aliran darah korbannya. Setelah serotonin mengalir ke dalam darah, maka si korban akan merasakan efek yang sama layaknya seseorang yang terkena overdosis narkoba.

Tersedia banyak e-book bermanfaat yang bisa Anda miliki
Baca penjelasannya di sini.