Fakta-fakta Menarik Seputar Kunang-kunang

Kunang-kunang

BIBLIOTIKA - Kunang-kunang dikenali karena cahayanya yang tampak bersinar di malam hari. Hewan yang merupakan keluarga dari ordo Coleoptera ini biasa ada di lingkungan kita, meski akhir-akhir ini semakin jarang kita temukan. Kabar terakhir bahkan menyebutkan kalau kunang-kunang terancam punah dari Indonesia.

Berikut ini beberapa fakta menarik seputar kunang-kunang yang perlu kita tahu:

Kunang-kunang termasuk dalam keluarga kumbang dari ordo Coleoptera. Diperkirakan, ada lebih dari 2.000 spesies kunang-kunang yang tersebar di daerah-daerah tropis di seluruh dunia, dan mereka dapat ditemukan di tempat-tempat lembap, semisal rawa-rawa dan daerah yang dipenuhi pepohonan. Kunang-kunang biasanya akan menemukan banyak sumber makanan untuk para larvanya di daerah-daerah yang lembap.

Meski kita mungkin lebih sering menyaksikan kunang-kunang di malam hari, namun sebenarnya tidak semua kunang-kunang beraktivitas di malam hari karena ada juga kunang-kunang yang beraktivitas di siang hari. Kunang-kunang yang muncul pada siang hari biasanya tidak mengeluarkan cahaya, dan hanya beberapa di antara mereka yang mampu mengeluarkan cahaya ketika berada di tempat yang gelap.

Semua orang tahu bahwa kunang-kunang mampu mengeluarkan cahaya, namun mungkin tidak semua orang tahu dari mana cahaya kunang-kunang berasal. Cahaya yang dihasilkan kunang-kunang disebut Luminescence, dan berasal dari zat dalam tubuh kunang-kunang yang disebut Luciferin.

Ketika Luciferin bergabung dengan oksigen, maka muncul cahaya. Uniknya, cahaya kunang-kunang tidak panas, sehingga hewan itu pun tidak merasakan panas meski tubuhnya bercahaya.

Meskipun telah mengetahui dari mana asal cahaya kunang-kunang dan bagaimana proses cahaya itu dihasilkan, namun para ilmuwan sampai saat ini tetap belum mampu menemukan cara untuk dapat membuat cahaya tiruan sebagaimana yang dihasilkan oleh kunang-kunang.

Para ilmuwan telah mengambil beberapa unsur dari tubuh kunang-kunang untuk mempelajarinya, namun sampai saat ini belum ada yang mampu membuatnya. Artinya, sampai saat ini, cahaya kunang-kunang tetap masih menjadi misteri.

Kunang-kunang menggunakan cahayanya untuk menarik pasangan. Kemampuan mengeluarkan cahaya tidak hanya dimiliki kunang-kunang dewasa, karena bayi kunang-kunang yang masih menjadi larva juga telah mampu mengeluarkan cahaya.

Cahaya pada larva berfungsi untuk memperingatkan hewan lain yang akan memangsa mereka agar tidak mendekat. Selain untuk memberikan peringatan pada calon pemangsanya, kunang-kunang dewasa juga menggunakan cahaya tubuhnya untuk menarik perhatian pasangannya.

Sebagaimana beberapa hewan lain, kunang-kunang juga memiliki arti penting dalam beberapa legenda dan kebudayaan. Mitologi bangsa Maya, misalnya, mengaitkan kunang-kunang dengan bintang, dan dianggap sebagai wakil atau utusan Dewa Maya.

Orang-orang Cina kuno biasa memasukkan kunang-kunang ke dalam sebuah kotak transparan, lalu digunakan sebagai lentera. Sementara kebudayaan Jepang menceritakan dalam legenda rakyatnya bahwa kunang-kunang memiliki arti yang sama besarnya dengan bunga sakura.

Fakta yang mungkin jarang diketahui adalah, hanya kunang-kunang jantan yang bisa terbang. Karena itu, jika kita menyaksikan kunang-kunang sedang beterbangan, kita bisa memastikan itu pasti kunang-kunang jantan. Kunang-kunang betina tidak bisa terbang, karena tidak memiliki sayap. Karena itu pula, kunang-kunang betina pun biasanya melekat di dedaunan atau di tanah.

Tersedia banyak e-book bermanfaat yang bisa Anda miliki
Baca penjelasannya di sini.