Fakta-fakta Menarik Seputar Kecoa

Kecoa

BIBLIOTIKA - Dalam bahasa Inggris, kecoa disebut cockroach. Nama itu dipercaya berasal dari bahasa Spanyol (cucaracha), dan pertama kali digunakan dalam bahasa Inggris pada tahun 1624. Kecoa merupakan anggota dari ordo Blattaria, dan memiliki 5 famili serta 4.000 spesies. Kecoa terkecil adalah fungicola attaphilia dari Amerika Utara, panjangnya sekitar 3 milimeter, sedikit lebih panjang dari semut merah. Menurut WHO, 10 spesies kecoa dianggap sebagai penyebar penyakit.

Jika sebagian besar kecoa berukuran kecil, Australian giant burrowing cockroach atau Rhino roach (kecoa badak) panjangnya dapat lebih dari 80 sentimeter, dengan berat 35 gram (bahkan ada yang beratnya sampai 50 gram). Mereka dapat hidup sebulan atau lebih tanpa makanan, atau seminggu tanpa air. Berikut ini fakta-fakta menarik seputar kecoa yang perlu kita ketahui.

Kecoa bisa terbang

Umumnya, kecoa jarang terbang karena tubuh mereka akan panas jika terbang. Namun, Megaloblatta longipennis—salah satu spesies kecoa—dapat merentangkan sayapnya hingga 185 milimeter sehingga dapat terbang dengan mudah. Kecoa itu hidup di Amerika Tengah dan selatan.

Menyebabkan global warming

Studi menunjukkan bahwa kecoa buang angin rata-rata tiap 15 menit sekali. Dalam setiap kali buang angin tersebut, tubuh kecoa melepaskan gas metana. Bahkan setelah mati, mereka akan tetap melepaskan metana hingga 18 jam.

Dalam skala global, gas dalam perut serangga ini diperkirakan menyumbang 20 persen dari semua emisi metana. Fakta ini menempatkan kecoa sebagai salah satu kontributor terbesar global warming. Kontributor besar lainnya adalah rayap dan sapi.

Mati dalam keadaan telentang

Umumnya, kecoa mati dalam perut burung-burung atau hewan kecil lainnya yang memakannya. Di rumah kita, kecoa mati ketika terjatuh dalam keadaan telentang, dan tidak bisa membetulkan posisi badannya.

Di alam liar yang memiliki banyak dedaunan dan kayu-kayu kering, kecoa memiliki sesuatu yang bisa dipegang. Sehingga ketika ia jatuh dalam keadaan telentang, ia akan dapat meraih sesuatu untuk membetulkan posisi tubuhnya. Namun di rumah kita, dengan lantai yang licin dan relatif bersih dari benda-benda semacam ranting, kecoa tidak bisa mudah membalikkan tubuhnya—dan biasanya ia akan terus telentang hingga mati.

Karena itu pula, cara mudah membunuh kecoa adalah dengan membalikkan badannya hingga telentang. Bahkan, beberapa insektisida bekerja dengan cara memicu kekejangan otot yang menyebabkan serangga terbalik posisinya.

Dapat hidup tanpa kepala

Kecoa dapat bertahan hidup tanpa kepala. Sebagai perbandingan, manusia makan melalui mulut, bernapas melalui hidung dan mulut, dengan pernapasan yang dikontrol oleh otak. Kehilangan kepala bagi manusia menyebabkan kehilangan darah secara drastis, dan kematian biasanya tidak akan menunggu lama.

Namun hal itu tidak terjadi pada kecoa. Hewan ini bernapas melalui ventilator di seluruh tubuhnya, dan otak tidak mengontrol fungsi tersebut. Kecoa tidak memiliki tekanan darah seperti pada mamalia, sehingga tidak akan mengalami perdarahan.

Terakhir, makanan yang sedikit dapat digunakan kecoa untuk bertahan hingga sebulan penuh. Ketika kepalanya terpenggal, kecoa dapat bertahan hidup hingga 9 hari. Ketika akhirnya mati, ia bukan mati karena tidak lagi memiliki kepala, tetapi karena kelaparan.

Dapat menyebabkan asma

Alergi kecoa pertama kali dilaporkan sekitar 50 tahun yang lalu, dan dianggap sangat berbahaya. Alergen kecoa adalah kotoran dan serpihan-serpihan dari bangkainya yang menjadi debu, dan masuk ke dalam tabung bronchial. Kepekaan terhadap debu tersebut memicu reaksi alergi bronkial yang dikenal sebagai asma.

Pertumbuhan yang sangat cepat

Kecoa Jerman (Blatella germanica) adalah hama kecoa yang paling banyak, dan mereka hidup sekitar 6 bulan. Kecoa betina dapat memproduksi 6 sampai 8 tempat telur selama 6 bulan hidupnya, yang dapat menghasilkan 180 sampai 320 kecoa baru.

Jika hanya 10 anaknya yang menjadi betina subur (dan itu merupakan perkiraan kecilnya, karena jumlahnya bisa lebih dari 100), maka akan ada ribuan kecoa dalam beberapa bulan saja.

Pelari yang sangat cepat

Penelitian menunjukkan bahwa kecepatan lari kecoa Amerika yang tercatat adalah sekitar 2 mil per jam (75 sentimeter per detik). Untuk ukuran tubuhnya, kecepatan itu dianggap istimewa.

Hewan yang sangat kuat

Berdasarkan penelitian, kecoa mampu bertahan pada radiasi yang kekuatannya 10 kali dari radiasi yang dapat ditahan manusia. Dengan perbandingan yang sama, maka kecoa akan mampu bertahan hidup dalam serangan bom nuklir.

Perkiraan itu memang belum memperoleh bukti ilmiah, namun ada beberapa bukti logisnya. Sel-sel hidup sangat sensitif pada radiasi, terutama ketika mereka sedang membelah (itulah efektivitas dari radiasi pada sel kanker).

Dalam hal itu, sel-sel kecoa hanya membelah pada saat siklus molting, sekitar seminggu sekali. Sementara sel-sel tubuh manusia membelah secara konstan atau terus-menerus. Jika terdapat radiasi nuklir, kecoa akan lebih mampu bertahan dibanding manusia.

Tersedia banyak e-book bermanfaat yang bisa Anda miliki
Baca penjelasannya di sini.