Fakta-fakta Menarik Seputar Capung

Capung

BIBLIOTIKA - Capung merupakan salah satu serangga yang sering kita lihat. Seperti kupu-kupu dan lebah, capung juga mengalami metamorfosis dalam periode kehidupannya. Capung dimulai dari telur, kemudian menjadi larva, hingga akhirnya menjadi capung dewasa yang dapat terbang.

Capung terdiri dari 5.000 spesies, dan masuk dalam kelompok serangga yang tergolong dalam ordo Odonata. Hewan ini bisa hidup mulai dari ketinggian lebih dari 3.000 meter di atas permukaan laut, di hutan, sawah, kebun, sungai, dan danau. Capung tidak bisa hidup jauh dari air. Berikut ini beberapa fakta menarik tentang capung yang perlu kita ketahui.

Termasuk serangga purba

Capung merupakan salah satu serangga purba. Mereka sudah ada di bumi sejak 300 juta tahun yang lalu, dan dulunya merupakan hewan raksasa. Fosil capung terbesar yang pernah ditemukan di bumi memiliki ukuran lebar sayap lebih dari 3 meter, dan ditemukan di Prancis.

Memiliki banyak spesies

Capung adalah serangga golongan Odonata dengan lebih dari 5.000 spesies berbeda, yang tersebar di seluruh penjuru dunia. Di Amerika Serikat saja terdapat lebih dari 400 spesies.

Meletakkan telur di air

Capung sering terlihat di atas permukaan air, karena di permukaan air itulah capung meletakkan telur-telurnya, yang nantinya akan menetas menjadi larva. Mereka juga selalu mengawasi daerah tempat telur-telurnya, sehingga sering terjadi perkelahian antar capung dalam memperebutkan daerah kekuasaan.

Serangga yang ganas

Meski tampilannya tampak biasa, namun capung termasuk serangga yang ganas. Sejak menetas dari telur, mereka adalah karnivora yang suka menyatap hewan lain. Pada saat masih larva, mereka memakan plankton, ikan-ikan kecil, serta larva lain.

Ketika sayap mereka mulai berkembang, capung muda memiliki bagian tubuh khusus yang berada di sekitar kepalanya, yang berfungsi sebagai tongkat untuk memudahkan menangkap ikan-ikan kecil. Pada waktu dewasa, capung merupakan predator alami dari nyamuk, sehingga populasi capung yang banyak bisa menjadi pengontrol efektif dalam menanggulangi penyebaran nyamuk pada suatu tempat.

Hidup lama sebagai larva

Hampir seluruh masa hidup capung sebenarnya dihabiskan pada saat mereka menjadi larva. Larva capung hidup kira-kira 3 tahun, dan setelah itu baru bermetamorfosis menjadi capung dewasa yang bersayap.

Capung dewasa tersebut hanya bertahan hidup beberapa minggu atau bahkan hanya beberapa hari, karena tujuan mereka bermetamorfosis hanya untuk menemukan pasangan, agar dapat melangsungkan perkawinan, dan akhirnya bisa melanjutkan keturunan.

Perbedaan panjang sayap

Sayap capung bagian depan lebih panjang daripada sayap capung bagian belakang. Bentuk sayap seperti itu membuat capung dapat terbang sangat cepat, hingga 97 kilometer per jam, dan dapat melakukan berbagai manuver di udara—mulai dari bergerak ke samping, ke belakang, sampai menyusuri suatu permukaan benda.

Capung juga mampu melakukan perjalanan sejauh 137 kilometer dalam satu hari. Kelihaian dan kecepatannya dalam terbang tersebut menjadikan mereka sebagai serangga tercepat di bumi.

Kelebihan mata capung

Salah satu hal menarik pada capung adalah bentuk matanya. Serangga ini memiliki mata yang besar, dengan ribuan lensa yang bersegi-segi seperti pada lebah.

Pada sepasang mata capung terdapat 30.000 lensa berbeda, sehingga pandangannya sangat luas. Dengan kelebihan seperti itu, capung dapat melihat ke segala arah. Hal itulah yang menjadikan kita agak kesulitan ketika ingin menangkap capung, meski dari belakangnya sekalipun.

Tersedia banyak e-book bermanfaat yang bisa Anda miliki
Baca penjelasannya di sini.