Cara Mengelola Penghasilan Bulanan

Penghasilan Bulanan

BIBLIOTIKA - Banyak orang yang telah lama bekerja, namun mereka tidak memiliki apa-apa; dalam arti mereka menghabiskan hasil gaji kerjanya untuk berbagai keperluan dalam satu bulan, dan kemudian gaji dalam bulan itu pun habis tak tersisa. Akibatnya, bulan depannya lagi orang-orang ini pun bekerja lagi untuk mengumpulkan penghasilan lagi, dan kemudian habis lagi untuk memenuhi kebutuhannya dalam bulan itu.

Fenomena ‘gaji bulan A habis di bulan A’ semacam ini tidak saja terjadi pada orang-orang yang memiliki penghasilan tetap perbulannya, namun juga seringkali menghinggapi orang-orang yang memiliki penghasilan tidak tetap (orang yang bekerja secara freelance atau para profesional).

Kenyataan semacam itu tidak selamanya berarti bahwa gaji atau penghasilan yang didapatkannya itu kecil sehingga langsung habis untuk memenuhi semua kebutuhan yang ada. Tidak jarang orang-orang yang mengalami hal semacam itu adalah orang-orang yang memiliki penghasilan atau gaji besar, namun tetap saja habis digunakan dalam setiap bulannya. Sepertinya ada saja kebutuhan-kebutuhan atau keperluan-keperluan yang harus dipenuhi atau dibayar dengan uang gaji tersebut, dan itu terus-menerus menyebabkan gaji atau penghasilan yang diterima selalu saja tak pernah cukup untuk tersisa.

Terkadang orang menyadari keadaannya yang seperti itu; dan kemudian bertanya-tanya sendiri mengapa gajinya kok sepertinya tidak pernah mencukupi. Lalu ada juga yang menyadari kenyataan semacam itu dan bertanya-tanya sendiri bagaimana dia bisa menabung kalau uangnya tak pernah tersisa untuk ditabungkan?

Ketika kesadaran tentang hal ini mulai muncul, salah satu pikiran orang memang biasanya akan tertuju pada tabungan; mereka ingin menganggarkan sebagian penghasilannya untuk menabung, agar setidaknya ada uang yang tersisa dari penghasilan mereka setiap bulannya. Namun, susahnya, kemudian yang terjadi tidak jauh berbeda dengan keadaannya semula.

Ketika orang-orang ini mulai menabung, katakanlah mulai membuka rekening di bank sebagai sarana menabung, tetap saja keadaannya tak berubah. Mungkin pada saat menerima uang gaji bulanan mereka langsung menabungkannya sebagian. Tetapi seiring dengan itu, kebutuhan yang biasanya dipenuhi dalam sehari-harinya pun tetap saja menuntut uang untuk membayarnya, dan akibatnya mereka pun mengambil uang mereka dalam tabungan itu. Sekali lagi uang ditarik dan sekali lagi uang habis dalam bulan itu.

Ada begitu banyak dari kita yang menghadapi kenyataan seperti ini; suatu kenyataan yang membuat diri kita sendiri bertanya-tanya, mengapa bisa begini, dan sampai kapan keadaan seperti ini akan berlangsung?

Jawabannya tentu saja; selamanya. Ya, keadaan semacam ini akan terjadi selamanya, selama kita tidak menyadari apa yang menjadi akar persoalannya yang sesungguhnya.

Mungkin kita berpikir bahwa kalau penghasilan kita bertambah, maka kita akan bisa menyisihkan sedikit uang untuk menabung. Namun, sekali lagi, sesungguhnya ini bukan masalah uang semata-mata. Ini lebih pada soal kedisiplinan dalam mengelola uang. Karenanya, sebanyak apapun uang yang dapat kita peroleh atau berapa pun jumlah gaji yang bisa kita hasilkan, selama pengelolaan uang kita masih kacau dan tidak berdisiplin, maka selamanya pula keadaan seperti di atas itu akan terus terjadi.

Nah, pertanyaannya, bagaimana solusinya?

Ada beberapa saran yang bisa diambil oleh orang-orang yang kebetulan mengalami keadaan seperti ini, dan saran-saran berikut ini akan dapat membantu:

Tulis anggaran bulanan

Ini adalah langkah awal agar harapan kita untuk bisa menabung dan menyisakan uang gaji kita bisa tercapai, yakni menuliskan anggaran belanja bulanan secara sewajarnya.

Selama ini mungkin kita memang telah memiliki anggaran bulanan, tentang apa saja yang perlu kita beli, yang perlu kita bayar, dan apa saja yang perlu kita lunasi, hanya saja anggaran itu mungkin tidak tertulis selain hanya diingat dalam kepala.

Dengan menuliskannya secara tertulis, kita akan memiliki gambaran yang jelas menyangkut berapa jumlah uang yang seharusnya kita gunakan untuk anggaran kebutuhan secara wajar setiap bulannya. Dengan menuliskannya pula, kita akan lebih mudah untuk melakukan disiplin diri dalam mematuhinya.

Selama ini, ketika kita tidak melakukan daftar anggaran bulanan secara tertulis, maka kita hanya mengikuti apa mau kita tanpa ada kendali. Ini seperti menjalankan kendaraan tanpa rem, dan kita pun hanya mengikuti naluri kita dalam menjalankannya. Anggaran bulanan yang tertulis akan berfungsi seperti rem; ia akan menghentikan atau setidaknya akan mengendalikan perjalanan kita sehingga tidak ‘nabrak-nabrak’.

Tetapkan angka maksimal

Ini khusus untuk orang yang memiliki penghasilan tidak tetap. Orang yang bekerja secara freelance atau bekerja sebagai profesional mungkin tidak mempunyai gaji atau penghasilan tetap dalam perbulannya. Kadang-kadang penghasilan yang diperoleh mencapai angka yang tinggi, kadang pula rata-rata, atau terkadang juga memiliki tingkat yang rendah.

Nah, untuk orang yang tidak memiliki penghasilan yang tetap seperti ini, maka cara untuk dapat menabung adalah dengan melakukan apa yang disebut sebagai ‘menetapkan angka maksimal’. Misalnya kita bekerja sebagai seorang penulis freelance. Kadang-kadang kita memiliki penghasilan Rp. 5 juta dalam satu bulan, kadang memperoleh Rp. 3 juta di bulan lainnya, kadang pula hanya mendapatkan Rp. 1 juta dalam satu bulan.

Nah, sekarang tetapkan jumlah maksimal yang dapat kita anggap sebagai angka penghasilan rata-rata kita dalam setiap satu bulan, dan kemudian berusahalah untuk hidup dengan jumlah itu. Katakanlah kita tetapkan angka Rp. 2 juta sebagai batas maksimal, maka apabila pada suatu bulan kita memperoleh penghasilan di atas angka itu, maka kita harus menggunakan jumlah selebihnya untuk menabung dan hanya menggunakan Rp. 2 juta untuk anggaran bulan itu.

Lalu bagaimana kalau penghasilan pada suatu bulan kurang dari angka Rp. 2 juta?

Ada dua jawaban untuk hal ini; pertama, kita bisa tetap berusaha hidup dengan penghasilan yang kita peroleh dalam bulan itu yang kurang dari Rp. 2 juta (sebagai bagian dari latihan kedisiplinan), atau dengan cara kedua, yakni mengambil sejumlah uang dari tabungan kita agar di bulan itu kita tetap dapat hidup dengan anggaran sebesar Rp. 2 juta.

Apapun yang kita pilih, dengan adanya pengelolaan seperti ini akan lebih baik dibanding kalau tidak ada pengelolaan sama sekali, dan kedisiplinan yang kita lakukan menyangkut hal ini akan membantu kita untuk dapat menabung.

Tersedia banyak e-book bermanfaat yang bisa Anda miliki
Baca penjelasannya di sini.