Cara Membuat Surat Lamaran Kerja yang Baik dan Menarik

Surat Lamaran Kerja

BIBLIOTIKA - Surat lamaran pekerjaan biasanya dapat dibuat dengan dua cara yaitu: Pertama; surat lamaran pekerjaan yang digabungkan dengan riwayat hidup (curriculum vitae). Bentuk surat lamaran model ini adalah menggabungkan surat lamaran kerja dengan daftar riwayat hidup. Karena isinya berupa gabungan, maka model surat lamaran ini juga disebut sebagai model gabungan.

Sedang bentuk kedua; surat lamaran yang dipisahkan dari daftar riwayat hidup atau curriculum vitae. Dalam model ini, daftar riwayat hidup hanya menjadi lampiran dari surat lamaran kerja. Karena terpisah, maka model kedua ini juga disebut model terpisah.

Model surat lamaran yang terpisah ini lebih banyak dipakai. Meskipun dalam pembuatannya kita memerlukan dua kali kerja (menulis surat lamaran dan menyusun daftar riwayat hidup), namun surat lamaran model ini lebih digemari oleh para pencari kerja karena isi suratnya yang tidak terlalu panjang.

Nah, beberapa hal yang harus diperhatikan dalam menulis surat lamaran pekerjaan agar jadi menarik adalah:

Tulislah seimpresif mungkin

Tampilkan diri kita di dalam surat lamaran tersebut dengan cara seimpresif atau semenarik mungkin, sehingga dapat menarik minat dari pembaca surat lamaran kita (HRD atau petugas personalia perusahaan yang kita lamar).

Selain itu, usahakan untuk dapat menunjukkan kesan yang simpatik, cerdas namun tidak arogan, rendah hati namun juga tidak terlalu merendah.

Ciptakan kesan pertama yang menarik

Seorang penyelia atau petugas yang memang bertugas untuk menyeleksi surat lamaran yang masuk dalam sebuah perusahaan biasanya mendapatkan begitu banyak surat lamaran yang masuk (khususnya apabila perusahaan tersebut baru saja memasang iklan atau pemberitahuan adanya lowongan). Karenanya, biasanya si petugas pun harus dihadapkan pada begitu banyaknya surat lamaran yang datang yang harus dibaca dan diperiksanya.

Pernahkah kita membayangkan bahwa si petugas bisa saja merasa begitu lelah bahkan bosan ketika menyeleksi surat-surat lamaran yang menggunung tersebut? Bisa saja karena rasa lelah dan bosan dia tidak membaca surat-surat itu secara keseluruhan namun hanya sekilas saja, tak terlalu peduli pada isinya lebih lanjut.

Karenanya, untuk menghindari hal semacam itu (dan agar kita bisa lolos dari seleksi), usahakan untuk dapat menulis surat lamaran yang dapat menimbulkan kesan menarik ketika dibaca pertama kali. Untuk hal tersebut, kita bisa memfokuskan perhatian pada bagian pembukaan isi surat, atau pada tampilan surat lamaran kita.

Bentuk tampilan surat lamaran yang bersih, atau pembukaan isi surat yang menarik tentunya akan menarik minat dari si pembaca surat lamaran kita. Ingat, kesan pertama selalu menggoda. Karenanya, selalu ciptakan kesan pertama sebaik-baiknya.

Gunakan bahasa yang ringkas, padat dan enak dibaca


Jangan terlalu bertele-tele dalam menuliskan surat lamaran, karena apabila kita tidak bisa langsung menunjukkan apa yang kita inginkan dalam surat lamaran tersebut, maka si petugas pembacanya akan malas untuk melanjutkan membacanya.

Gunakan bahasa yang seringkas mungkin, sepadat mungkin, dan jangan terlalu menghiraukan detail-detail yang ingin kita sampaikan, yang meskipun mungkin kita anggap penting. Ingat, surat lamaran hanya berfungsi untuk memperkenalkan kita secara sekilas dan menarik minat pihak perusahaan.

Kita masih memiliki kesempatan wawancara, dan kesempatan ini bisa kita pergunakan untuk memperjelas hal-hal yang telah kita tuliskan secara garis besarnya di surat lamaran. Di dalam wawancara itu nantinya kita bisa lebih memperkenalkan diri kita sedetail-detailnya.

Gunakan kalimat yang efektif

Yang dimaksudkan dengan ‘kalimat yang efektif’ adalah kalimat yang baik dan benar secara ejaan, tidak terlalu banyak mengulang kata atau kalimat-kalimat tertentu, dan juga menggunakan kata-kata sederhana yang mudah dipahami. Hindari penggunaan istilah-istilah yang tertalu teknis atau terlalu ilmiah, karena ini bisa saja mengesankan kalau kita sok pintar.

Biasanya, yang sering terjadi dalam hal ini adalah seringnya mengulang-ulang kata keterangan tertentu, atau kata sambung yang disebutkan secara berulang-ulang, sehingga mengesankan kejanggalan, bertele-tele dan membosankan saat dibaca.

Sebaiknya gunakan bahasa Indonesia

Terkadang, sebuah iklan atau lowongan kerja disampaikan dengan menggunakan bahasa Inggris, atau juga meminta agar surat lamaran yang kita kirimkan ditulis dengan menggunakan bahasa Inggris. Namun, apabila sebuah pemberitahuan atau iklan lowongan kerja tidak menyebutkan hal itu, maka sebaiknya tulislah surat lamaran dengan menggunakan bahasa Indonesia saja, khususnya lagi kalau kita tidak terlalu menguasai bahasa Inggris dengan baik.

Namun perlu dicatat di sini; meskipun sebuah pemberitahuan lowongan kerja tidak meminta kita menulis surat lamaran dalam bahasa Inggris, tapi tak ada salahnya kita menulis surat lamaran dalam bahasa Inggris apabila jenis pekerjaan yang disediakan tersebut berhubungan dengan bahasa Inggris, atau dalam lowongan tersebut dinyatakan bahwa penguasaan bahasa Inggris sebagai salah satu syaratnya.

Misalnya untuk lowongan pekerjaan di bidang pariwisata, meskipun di dalam pemberitahuan lowongan kerjanya tidak meminta kita untuk menulis surat lamaran dalam bahasa Inggris, tak ada salahnya kalau kita menulis surat lamaran dalam bahasa Inggris (khususnya jika kita yakin dengan kemampuan bahasa Inggris kita), karena pekerjaan di bidang pariwisata biasanya berhubungan erat dengan penggunaan bahasa internasional atau bahasa asing.

Nyatakan tujuan atau alasan lamaran

Meskipun biasanya di dalam sesi wawancara kita akan ditanyai hal ini, namun tak ada salahnya untuk menuliskannya di surat lamaran yang kita buat. Pernyataan tujuan atau alasan mengapa kita melamar kerja ke suatu perusahaan akan memberikan semacam penegasan tentang maksud dan tujuan kita menyangkut lamaran itu.

Biasanya, tujuan atau alasan melamar kerja yang disebutkan dalam sebuah surat lamaran adalah karena kita memiliki kualifikasi, pengalaman atau pengetahuan yang kita yakini dibutuhkan oleh perusahaan tersebut, sehingga kita dapat memberikan kontribusi yang membangun bagi perusahaan itu.

Yang jelas, hindari penggunaan atau pernyataan tujuan atau alasan yang tidak jelas seperti; ingin mendapatkan wawasan baru, ingin memperoleh lingkungan kerja baru, ingin memperbanyak jumlah kawan, dan semacamnya.

Sebutkan kualifikasi yang dimiliki

Kalau kita memang memiliki prestasi tertentu dalam suatu bidang pekerjaan yang pernah kita raih, tak ada salahnya untuk mencantumkannya di surat lamaran yang kita buat tersebut, dengan tujuan agar lebih memperkuat posisi kita di mata perusahaan, sekaligus untuk menunjukkan bahwa kita memang memiliki prestasi, pengalaman atau kualiafikasi yang patut dipertimbangkan.

Hindari coretan apapun

Sebisa mungkin, hindari coretan apapun dalam sebuah surat lamaran, selain coretan tanda tangan. Penggunaan tipp-ex atau jenis penghapus apapun yang membuat surat lamaran menjadi terkesan kotor akan menjadikan surat lamaran yang kita buat tersebut terkesan kotor dan tidak profesional. Karenanya, sebelum sebuah surat lamaran di-print atau dicetak, sebaiknya bacalah terlebih dulu, dan editlah bagian-bagian yang mungkin tidak diperlukan.

Sedangkan coretan tanda tangan justru diwajibkan, karena sebuah surat lamaran memang harus ditandatangani untuk menunjukkan keseriusan kita, sekaligus juga untuk menjadikan surat lamaran kita otentik.

Lampirkan surat lamaran pekerjaan

Lampiran adalah segala sesuatu yang disertakan di dalam sebuah surat lamaran dengan maksud untuk mempertegas atau memperkuat surat tersebut, sekaligus sebagai bahan pertimbangan bagi pihak perusahaan atau instansi yang kita lamar.

Lampiran dalam surat lamaran pekerjaan biasanya adalah:
  1. Daftar Riwayat Hidup atau CV (Curriculum Vitae) atau Resume.
  2. Fotokopi ijazah terakhir.
  3. Fotokopi sertifikat kursus/pelatihan.
  4. Pas foto terbaru.
  5. Fotokopi kartu identitas (tidak wajib, namun lebih baik bila ada).
  6. Surat keterangan kerja (tidak wajib, namun lebih baik bila ada).
  7. Surat keterangan mencari kerja dari Depnaker (tidak wajib, namun lebih baik bila ada).
  8. Surat Keterangan Catatan Kepolisian atau SKCK (tidak wajib, namun lebih baik bila ada).
  9. Surat Keterangan Kesehatan dari Dokter (tidak wajib, namun lebih baik bila ada). 

Tersedia banyak e-book bermanfaat yang bisa Anda miliki
Baca penjelasannya di sini.