Cara Berinvestasi di Pasar Modal


BIBLIOTIKA - Investasi saham bukan hanya untuk orang kaya. Siapa pun juga bisa melakukannya, asal tahu cara dan aturan mainnya.

Banyak orang yang memiliki anggapan bahwa berinvestasi di pasar modal itu sangat rumit, perlu banyak perhitungan yang memusingkan, dan juga membutuhkan pendidikan khusus. Ada pula yang beranggapan bahwa permainan saham adalah permainan khusus milik orang-orang kaya.

Kenyataannya, sesungguhnya, tidaklah seperti itu. Siapa saja dapat melakukan investasi di pasar modal, baik sopir, mahasiswa, ibu rumah tangga, atau siapapun, asalkan memiliki keberanian dalam berinvestasi dan keyakinan diri dalam menghadapi risiko.

Di dalam dunia investasi, modal yang kita miliki bisa disesuaikan dengan keragaman produk yang ditawarkan, karenanya kita tidak perlu buru-buru memvonis kalau kita tidak memiliki cukup uang.

Hanya saja, sebisa mungkin uang yang kita gunakan untuk berinvestasi tersebut bukanlah uang yang khusus dialokasikan untuk kebutuhan rumah tangga atau kebutuhan sehari-hari. Maksudnya, sebisa mugkin uang yang digunakan untuk berinvestasi itu adalah uang yang memang sisa atau ‘uang dingin’ (uang yang tidak digunakan untuk keperluan rumah tangga sehari-hari).

Apabila kita hanya memiliki modal yang terbatas, maka salah satu pilihan berinvestasi yang baik adalah reksadana. Ini bisa menjadi awal yang baik dalam kita melakukan investasi, sebelum kemudian kita menerjunkan diri di pasar modal.

Sedang untuk yang memiliki modal relatif besar tentunya memiliki pilihan yang juga lebih banyak, dari saham beserta derivatifnya, atau juga obligasi. Yang jelas, apapun ragam produk yang ada di pasar investasi dapat dilakukan oleh siapa saja.

Nah, pasar modal atau capital market adalah pasar yang difungsikan untuk berbagai instrumen keuangan jangka panjang yang dapat diperjualbelikan, baik dalam bentuk hutang ataupun dalam bentuk modal sendiri. Instrumen-instrumen yang diperjualbelikan di pasar modal ini meliputi saham, obligasi, obligasi koversi, dan berbagai produk turunan (derivatif) seperti opsi (baik opsi put ataupun opsi call).

Pasar modal memberikan dua manfaat sekaligus, yaitu sebagai fungsi ekonomi dan juga fungsi keuangan. Dengan adanya pasar modal ini, maka perusahaan yang telah go public akan dapat memperoleh tambahan modal atau dana segar dari masyarakat melalui penjualan efek saham melalui prosedur penawaran umum saham perdana atau initial public offering (IPO) ataupun juga efek hutang atau obligasi.

Di sisi lain, pasar modal juga memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk mendapatkan penghasilan  / imbalan atau return, sesuai dengan karakteristik program investasi yang dipilih.

Salah satu produk terkenal yang diperdagangkan di pasar modal adalah saham atau ekuitas. Keuntungan yang dapat kita peroleh dari jenis investasi ini adalah dividen dan capital gain. Dividen adalah keuntungan yang diberikan oleh pihak perusahaan yang menerbitkan saham atas keuntungan yang diperoleh oleh pihak perusahaan. Biasanya dividen ini dibagikan setelah adanya persetujuan dari para pemegang saham dan dilakukan satu kali dalam setahun.

Contoh mudahnya seperti ini; kita membeli saham pada perusahaan A dengan harga saham perlembarnya Rp. 600,- dan kemudian menjualnya ketika harganya naik sehingga dapat memperoleh harga perlembar saham sebesar Rp. 1000,-. Dengan begitu, kita memperoleh keuntungan yang disebut sebagai capital gain sebesar Rp. 400,- perlembar sahamnya. Nah, umumnya, orang yang membeli saham dengan tujuan jangka pendek mengharapkan kentungan dari capital gain semacam itu.

Di dalam aktivitas jual-beli saham, salah satu hal yang perlu diperhatikan adalah karakteristik saham yang tergolong high risk-high return. Untuk saham-saham jenis ini memang menjanjikan keuntungan yang besar, namun juga memiliki tingkat risiko yang sama besarnya.

Biasanya, yang menjadikan menarik minat adalah bahwa saham-saham jenis ini menjanjikan keuntungan besar dalam waktu singkat (karena harapan akan ada kenaikan harga menyangkut saham tersebut). Namun jika perkiraan tesebut meleset, dimana harga sahamnya justru menurun akibat fluktuasi harga saham, maka orang yang membeli saham jenis itu pun bisa mengalami kerugian besar dalam waktu yang sama singkatnya.

Karenanya, apabila kita masih terhitung baru dalam arena bermain saham ini, yang perlu diperhatikan adalah memilih saham-saham yang memiliki tingkat risiko kecil, meskipun juga mungkin hanya memberikan tingkat pengembalian yang sama kecilnya.

Yang dapat dijadikan patokan rumusannya adalah; pilihlah saham yang memiliki tingkat risiko sebesar kita dapat menanggungnya. Jadi, kenali risikonya terlebih dulu, lalu tanyakan pada diri sendiri apakah akan sanggup menerima jika risikonya itu terjadi. Jika jawabannya ‘ya’ dan kita yakin akan hal itu, maka kita pun bisa mengambil (membeli) saham tersebut.

Selain itu, kita perlu mengingat apa tujuan kita dalam melakukan investasi; apakah kita berinvestasi di pasar modal dengan tujuan untuk jangka panjang dengan mendapatkan dividen yang relatif stabil atau teratur, ataukah menginginkan keuntungan jangka pendek dengan mengandalkan capital gain yang bisa saja terjadi karena pertumbuhan perusahaan tersebut.

Apabila tujuan kita dalam berinvestasi adalah untuk mendapatkan keuntungan atau pendapatan yang tetap dan stabil dari hasil investasi itu pertahunnya, maka kita bisa membeli saham pada perusahaan-perusahaan yang sudah mapan dan memberikan dividen secara teratur.

Namun apabila tujuan kita dalam berinvestasi adalah untuk tujuan jangka panjang yang diharapkan dapat memberikan hasil besar di masa yang akan datang, maka kita bisa membeli saham pada perusahaan-perusahaan yang tengah berkembang, karena perusahaan-perusahaan jenis itu biasanya akan memberikan keuntungan besar di waktu mendatang.

Nah, sebelum memutuskan untuk menaruh sejumlah uang kita dalam investasi di pasar modal dengan membeli sejumlah saham milik suatu perusahaan, maka ada beberapa hal lain yang perlu dicermati menyangkut perusahaan yang sahamnya akan kita beli tersebut.

Misalnya, kita perlu mencermati apa bisnis yang dikelola atau dijalankan oleh perusahaan tersebut, berapa jumlah hutang yang dimilikinya, bagaimana perkembangan industri tempat perusahaan itu berada, juga bagaimana tingkat perkembangan dari perusahaan itu sendiri.

Informasi lain yang tak kalah pentingnya untuk dicermati adalah tingkat pergerakan saham perusahaan tersebut di dalam beberapa tahun belakangan ini, setidaknya satu, lima, sampai sepuluh tahun yang lalu.

Dengan pengetahuan atas semua hal tersebut, kita akan memiliki pandangan serta gambaran tentang seperti apa perusahaan yang akan kita beli sahamnya itu, sekaligus juga dapat memperkirakan bagaimana laju pertumbuhannya di masa-masa yang akan datang. Hal ini juga akan memberikan gambaran kepada kita mengenai tingkat kredibilitas dari perusahaan bersangkutan, yang tentu saja kita butuhkan agar investasi kita tidak berakhir dengan kerugian atau kekecewaan.

Nah, jika kita merasa bingung dalam mencermati dan menganalisis sekaligus menentukan perusahaan manakah yang sekiranya dapat dikatakan baik untuk dijadikan tempat menanam saham ini, maka kita bisa mendatangi Perusahaan Efek yang memiliki Analis Efek dengan kualifikasi yang baik dan juga pengalaman yang memadai. Kita bisa mendapatkan nasihat yang baik dari sana, dan kita pun bisa menentukan langkah selanjutnya.

Setelah itu, apa lagi yang perlu kita lakukan? Jika kita sudah merasa siap untuk berinvestasi dalam dunia saham ini, maka hal pertama yang harus dilakukan adalah membuka rekening dengan mengisi dokumen pembukuan. Jumlah dana yang harus ditempatkan atau deposit wajib bagi setiap investor bermacam-macam, dari Rp. 15 juta, Rp. 25 juta, Rp. 100 juta, sampai yang ratusan juta.

Ada perusahaan-perusahaan yang mengharuskan kita menempatkan sejumlah dana yang memang kita gunakan, namun ada juga perusahaan-perusahaan yang hanya mengharuskan kita menempatkan sekian persen dari jumlah dana yang ingin kita investasikan.

Misalnya, kita ingin membeli saham pada perusahaan A sejumlah Rp. 100 juta, dan perusahaan A memberikan ketentuan menyangkut jumlah yang ditempatkan minimal 50 persen. Maka perusahaan ini akan memperbolehkan kita menaruh uang kita sejumlah Rp. 50 juta dari total saham Rp. 100 juta yang ingin kita beli.

Karena begitu banyaknya variasi yang ada dan banyaknya tawaran yang diberikan oleh masing-masing perusahaan yang menjual sahamnya ini, kita bisa memilih secara leluasa menyangkut perusahaan mana yang sekiranya paling tepat yang disesuaikan dengan anggaran dana yang kita miliki untuk berinvestasi.

Di dunia pasar modal, di kenal istilah yang disebut ‘lot’. Lot adalah satuan perdagangan saham. Umumnya, di bursa efek manapun, 1 lot adalah 500 lembar saham. Jadi, seumpama kita ingin membeli saham milik perusahaan B yang berharga Rp. 1000,- perlembarnya, maka kita harus menganggarkan dana minimal sejumlah Rp. 500.000,- untuk transaksi minimum 1 lot.

Nah, di dalam setiap transaksi jual-beli saham ini, kita akan dikenai potongan pajak. Setiap transaksi pembelian akan dikenakan pajak sebesar 0,3 persen dari total jumlah transaksi yang kita lakukan, dan pajak ini merupakan fee bagi perusahaan sekuritas. Sedangkan untuk setiap transaksi penjualan yang kita lakukan akan dikenai pajak sebesar 0,4 persen, yang terdiri atas 0,3 persen fee, dan 0,1 persen PPh atau pajak penghasilan.

Tersedia banyak e-book bermanfaat yang bisa Anda miliki
Baca penjelasannya di sini.