Burung-burung Terunik Berdasarkan Jenisnya

burung peniru suara terbaik

BIBLIOTIKA - Burung adalah hewan yang telah menghuni bumi sejak jutaan tahun lalu, sehingga menjadi salah satu fauna yang tersebar di seluruh dunia. Berbeda dengan hewan darat atau air, burung sangat menarik perhatian manusia karena kemampuannya terbang di udara. Sepasang sayap yang dimilikinya telah menjadi impian atau fantasi manusia sejak ribuan tahun lalu, hingga kemudian peradaban modern menemukan pesawat terbang.

Berikut ini adalah spesies-spesies burung dengan keunikan dan kemampuannya masing-masing. Dari burung terbesar dan terkecil, hingga burung yang dianggap terbaik dalam menirukan suara manusia.

Burung terkecil

Kolibri lebah male (Mellisuga helenae), yang hidup di Kuba, dianggap sebagai burung terkecil, karena beratnya cuma 0,056 ons dan panjangnya 2,75 inci. Panjang paruh dan ekornya adalah setengah dari panjang tubuhnya.

Burung terberat

Burung kori bustard atau paauw (Ardeotis kori) yang berasal dari timur laut dan selatan Afrika, serta bustard besar (Otis tarda) dari Eropa dan Asia, dianggap sebagai burung terberat, karena bobot badannya sekitar 40 sampai 42 kilogram.

Burung tertinggi

Birdcrane (keluarga Gruidae) dianggap sebagai burung dengan tubuh tertinggi, karena tubuhnya dapat mencapai tinggi hampir 6 kaki 6 inci.

Burung tercepat di udara

Elang peregrin (Falcon peregrinus) dapat terbang dengan kecepatan minimal 124 meter per jam, dan mencapai 168 meter per jam saat menukik dari ketinggian. Dengan kemampuannya itu, hewan ini tidak hanya menjadi burung tercepat di udara, namun juga makhluk hidup tercepat di dunia.

Burung tercepat di darat

Burung unta dapat berjalan hingga mencapai kecepatan 45 meter per jam, sehingga menjadi burung yang dapat berjalan di darat paling cepat.

Burung terbang tertinggi

Burung bangkai rupell’s (Gyps rueppellii) dianggap sebagai burung dengan penerbangan tertinggi. Pada November 1973, seekor burung rupell’s terbang pada ketinggian 37.000 kaki, dan bertabrakan dengan pesawat komersial di Abidjan, Pantai Gading. Akibat tabrakan itu, salah satu mesin pesawat rusak, meski masih dapat mendarat dengan selamat.

Burung dengan penerbangan terpanjang

Pada Juni 1996, seekor burung common tern (Sterna hirundo) diberi pita dan dilepaskan di Finlandia. Pada Januari 1997, burung itu ditangkap kembali dalam keadaan hidup di Rotamah Island, Victoria, Australia. Artinya, ia telah menempuh jarak sejauh 16.250 mil (125 mil per hari), sehingga dianggap sebagai burung dengan penerbangan terpanjang.

Burung dengan sayap terlebar

Di antara burung lain yang masih hidup, elang laut pengembara (Diomedea exulans) memiliki lebar sayap hingga 11 kaki 11 inci, sehingga merupakan burung dengan bentang sayap paling lebar. Ketika berada di udara, burung ini bahkan mampu terbang tanpa menggerakkan sayap hingga beberapa jam.

Burung perenang tercepat

Gentoo penguin, yang ditemukan di kepulauan Antartika, bisa berenang dengan kecepatan 40 kilometer per jam, sehingga dianggap sebagai burung perenang tercepat. Bulu ekor burung ini panjang dan kaku, menempel di belakang saat mereka berjalan, dan bulu ekor itu sering digunakan untuk memiringkan tubuh ketika di dalam air. Tidak ada penguin lain yang memiliki ekor seperti itu.

Selain dapat berenang dengan cepat, hewan itu juga dapat menyelam hingga sedalam 300 meter, meski penyelaman itu biasanya hanya berlangsung setengah menit.

Burung dengan mata terbesar

Burung unta memiliki mata dengan diameter hingga 2 inci, sehingga dianggap sebagai burung dengan mata terbesar. Sesungguhnya, burung unta juga hewan darat dengan mata terbesar, karena tidak ada hewan darat lain yang memiliki ukuran mata yang lebih besar darinya.

Burung karnivora terbesar

Titanis walleri adalah burung karnivora yang hidup di awal zaman Pleistocene (zaman es), dan berasal dari Florida. Hewan itu merupakan anggota terakhir keluarga Phorusrhacidae yang dikenal, sebagian besar terbang dan berkembang di Amerika Selatan.

Dengan tinggi badan sekitar 3 meter, Titanis walleri dianggap sebagai burung karnivora terbesar. Selain itu, yang unik, burung ini memiliki lengan, bukan sayap.

Burung dengan sarang terkecil

Burung vervian (Mellisuga minima) biasa membangun sarang dengan ukuran sekitar setengah kulit kenari, sehingga ia merupakan burung dengan sarang terkecil. Sarang itu cukup dalam namun sempit, dan biasanya dibuat dari sarang burung kolibri lebah (M. helenae).

Burung dengan sarang terbesar

Unggas mallee (Leipoa ocellata) dari Australia dianggap burung dengan sarang terbesar, karena memiliki sarang dengan panjang hingga 15 meter, dan lebar 35 kaki. Sebuah sarang burung ini diperkirakan memiliki berat hingga 330 ton.

Burung dengan telur terkecil

Burung vervain (Mellisuga minima) memiliki telur dengan ukuran paling kecil di antara telur-telur burung lain. Sebutir telur burung ini ukurannya kurang dari 39/100 inci, dan beratnya hanya sekitar 0,365 gram sampai 0,375 gram.

Burung peniru suara terbaik

Burung grey Afrika (African grey parrot) dianggap sebagai burung peniru suara terbaik. Pada tahun 1958, seekor burung grey yang dinamai Prudle ditemukan di dekat Jinja, Uganda, dan memiliki kosakata hampir 1.000 kata. Karenanya, Guinness Book of World Records pun menobatkannya sebagai burung peniru suara terbanyak.

Yang menakjubkan, burung tersebut tidak hanya mampu menirukan kata per kata yang biasa diucapkan manusia sehari-hari. Ia juga mampu menirukan banyak baris lagu, doa, juga meniru aktivitas permainan yang biasa dilakukan manusia. Selain itu, burung itu juga mampu menirukan kata atau frasa yang didengarnya, meski baru mendengar beberapa kali saja.

Burung paling fenomenal

Burung dodo dianggap sebagai burung paling fenomenal, karena burung ini masih terus dicari para ilmuwan, meski telah punah sejak abad ke-17. Popularitas burung ini kembali terangkat di dunia setelah menjadi salah satu karakter dalam kisah Alice’s Adventures in Wonderland karya Lewis Carroll. Popularitasnya itu pun menjadikan dodo mudah dikenali sebagai ikon kepunahan.

Tersedia banyak e-book bermanfaat yang bisa Anda miliki
Baca penjelasannya di sini.