Burung-burung Indonesia yang Cantik dan Eksotis

cenderawasih biru

BIBLIOTIKA - Indonesia adalah salah satu tempat yang banyak dihuni hewan-hewan eksotis. Ada beberapa hewan yang merupakan endemik Indonesia, dan satu di antaranya adalah burung. Berikut ini adalah burung-burung yang dianggap sebagai burung cantik dan eksotis, yang keindahannya bahkan dikagumi dunia.

Cendrawasih biru

Cendrawasih biru (Paradisaea rudolphi) adalah burung cendrawasih berukuran sedang, dengan panjang sekitar 30 sentimeter. Persebaran burung yang berasal dari genus Paradisaea ini terdapat di hutan-hutan pegunungan Papua Nugini bagian timur dan tenggara, umumnya pada ketinggian 1.400 meter sampai 1.800 meter di atas permukaan laut.

Cendrawasih merah

Cendrawasih merah (Paradisaea rubra) adalah sejenis burung pengicau. Tubuhnya berukuran sedang, dengan panjang sekitar 33 sentimeter, dan berasal dari genus Paradisaea. Burung endemik Indonesia ini hanya ditemukan di hutan dataran rendah di pulau Waigeo dan Batanta, kabupaten Raja Ampat, provinsi Irian Jaya Barat.

Merak biru

Merak biru atau merak India (Pavo cristatus) adalah satu di antara tiga spesies burung merak. Merak biru memiliki bulu berwarna biru gelap yang mengkilap. Merak jantan yang dewasa memiliki ukuran besar, dengan panjang mencapai 230 sentimeter. Bagian ujung ekornya sangat panjang, dengan warna hijau metalik.

Selain di Indonesia, populasi burung ini tersebar di hutan terbuka dengan padang rumput di India, Pakistan, Sri Lanka, Nepal, dan Bhutan. Sebelumnya, spesies ini juga ditemukan di Bangladesh, namun sekarang kemungkinan besar telah punah di sana.

Jalak Bali

Jalak Bali (Leucopsar rothschildi) adalah sejenis burung pengicau berukuran sedang, dengan panjang sekitar 25 sentimeter. Merupakan endemik Indonesia, burung ini hanya ditemukan di hutan bagian barat pulau Bali. Jalak Bali juga merupakan satu-satunya spesies endemik Bali, dan pada tahun 1991 dinobatkan sebagai lambang fauna provinsi Bali. Keberadaan hewan endemik ini dilindungi undang-undang.

Cekakak-hutan Melayu

Cekakak-hutan dikenal karena memiliki suara yang khas dan unik. Umumnya, mereka bersuara keras dan siulannya meninggi dengan bunyi “kwi-kwi…”. Yang menjadikannya unik, setiap siulan itu dihasilkan sekitar satu nada per detik. Burung ini hidup di hutan, dan biasa berburu di dataran rendah. Mereka mencari mangsa di atas tanah, dengan membalik-balikkan dedaunan. Meski suaranya keras, namun burung ini tergolong pemalu.

Nuri sayap hitam

Nuri sayap hitam (Eos cyanogenia) disebut pula nuri merah Biak. Burung ini memiliki ukuran sedang, dengan panjang sekitar 30 sentimeter, dan termasuk dalam suku Psittacidae. Nuri sayap hitam merupakan endemik Indonesia, dan hanya ditemukan di habitat hutan di pesisir pulau Biak serta pulau-pulau di Teluk Cenderawasih, Papua. Spesies burung ini sering ditemukan dan bersarang di perkebunan kelapa.

Kakatua raja

Spesies kakatua raja umumnya memiliki usia panjang, mencapai 60 tahun lebih, dan biasa hidup pada ketinggian 0-1520 meter dari permukaan laut, dan biasanya berkelompok. Mereka menghuni hutan primer dan sekunder yang tinggi dan tepi hutan; juga hutan monsun (Nusa Tenggara), hutan yang tinggi bersemak, semak yang pohonnya jarang, dan lahan budidaya yang pohonnya jarang. Mereka biasa terlihat di Sulawesi, Lombok, dan Sumbawa.

Tersedia banyak e-book bermanfaat yang bisa Anda miliki
Baca penjelasannya di sini.