Antara Kebutuhan, Keperluan, dan Tabungan

tabungan

BIBLIOTIKA - Ada orang yang berpikiran, “Wah, jangankan untuk bisa menabung, untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari saja sudah susah?”

Jika kita berpikir seperti itu, maka salah satu langkah yang bisa kita lakukan adalah mendaftar semua kebutuhan dan keperluan hidup yang biasa kita penuhi dengan uang gaji atau penghasilan kita setiap bulannya. Tuliskan semuanya dan kemudian pelajari secara cermat untuk melihat kebutuhan atau keperluan mana yang sekiranya bisa dipangkas atau dihilangkan.

Seringkali orang membayangkan bahwa kebutuhan dan keperluan hidupnya begitu banyak karena mereka hanya membayangkannya. Namun begitu semua kebutuhan dan keperluan itu dituliskan, maka kita pun akan mengetahui bahwa ternyata ada kebutuhan atau keperluan tertentu yang tidak harus atau tidak wajib kita penuhi. Selain itu, dengan mendaftar secara tertulis semacam itu, kita pun akan memiliki bayangan tentang keperluan dan kebutuhan mana saja yang dapat digabungkan untuk mengurangi biaya pengeluaran.

Contoh kasusnya seperti ini; kita memiliki keluarga yang tinggal di Surabaya, dan kita bekerja sebagai seorang sopir di Bandung. Sebagai tempat tinggal di Bandung, kita pun kost di suatu tempat. Satu minggu sekali kita pulang ke Surabaya untuk menjenguk keluarga kita, menemui anak dan istri.

Nah, sekilas, dari contoh kasus di atas, kita bisa menarik kesimpulan bahwa pulang ke Surabaya untuk menengok anak dan istri ini adalah sebuah keperluan atau bahkan kebutuhan yang mengharuskan kita membayar biaya transportasi dari Bandung ke Surabaya.

Namun sekarang pikirkan dan hitunglah berapa banyak biaya yang kita keluarkan untuk transportasi dari Bandung ke Surabaya itu setiap minggunya, lalu jumlahkan dalam setiap bulannya, dan kemudian akumulasikan dalam setiap tahunnya. Kita akan mendapati suatu jumlah yang besar (bahkan mungkin sangat besar) untuk biaya transportasi ini.

Nah, sekarang kita pertimbangkan atau setidaknya kita bandingkan kalau seumpama anak dan istri kita ikut ke Bandung ke tempat kerja kita agar kita tidak perlu menjenguknya setiap seminggu sekali. Mungkin kita bisa mengontrak suatu rumah di Bandung yang dapat ditempati bersama, sehingga kita tidak perlu mengeluarkan biaya kost dan ongkos transport ke Surabaya seminggu sekali.

Jika ternyata hasilnya adalah bahwa lebih murah apabila anak dan istri kita tinggal di Bandung bersama kita, mengapa itu tidak kita lakukan saja untuk menghemat pengeluaran setiap bulannya?

Namun jika ternyata hasilnya adalah menjadi lebih mahal, maka kita bisa sedikit memangkas biaya pengeluaran kita, misalnya dengan mengurangi jumlah kunjungan ke Surabaya. Kalau biasanya kita perlu pulang satu minggu sekali, maka sekarang kita bisa pulang dua minggu sekali atau tiga minggu sekali. Yang penting adalah persetujuan dari pasangan dan kesepakatan bersama untuk dapat meningkatkan taraf hidup yang dijalani.

Dengan contoh seperti di atas, kita bisa mengembangkannya pada contoh-contoh kasus lain yang secara konsepnya dapat dilakukan dengan contoh di atas itu. Pendeknya, kita selalu bisa menemukan cara yang dapat ditempuh untuk dapat menghemat pengeluaran kita untuk dapat ditabungkan dengan tujuan untuk dapat meningkatkan taraf hidup yang lebih baik.

Lalu apa yang harus kita lakukan setelah berhasil menabung?

Ada cukup banyak pilihan yang dapat kita lakukan apabila kita telah memiliki sejumlah uang di dalam aktivitas menabung yang telah kita lakukan. Karena menabung adalah salah satu bentuk investasi, maka kita bisa berharap untuk dapat memperoleh hasil yang lebih besar dari investasi tersebut.

Salah satu contohnya adalah dengan menggunakan uang tabungan tersebut untuk dimasukkan ke dalam program deposito. Apabila jumlah uang tabungan kita sudah cukup untuk memenuhi syarat minimum deposito, tak ada salahnya kita gunakan uang tabungan tersebut untuk program deposito yang dapat kita harapkan dapat mengembangkan jumlah uang yang kita miliki. Atau jika kita berpikir untuk mengambil bunganya setiap bulan dalam program deposito berjangka, maka setidaknya itu akan ikut membantu kondisi keuangan kita dalam setiap bulannya.

Pilihan lain adalah dengan menggunakan uang tabungan yang kita miliki untuk berinvestasi, entah dalam bentuk reksadana ataupun bentuk investasi yang lainnya. Namun apabila jenis semacam itu yang ingin kita ambil, maka ambillah bentuk investasi yang minim risiko agar kita terbebas dari risiko kerugian yang mungkin ditimbulkan dari investasi yang kita lakukan.

Dalam hal ini, kita tidak perlu mengharapkan hasil investasi yang besar terlebih dulu kalau itu mengharuskan kita menanggung kemungkinan risiko kerugian. Yang penting kita memperoleh hasil yang teratur dan stabil dari investasi yang kita lakukan itu, meskipun mungkin secara nominalnya tidak terlalu besar.

Tersedia banyak e-book bermanfaat yang bisa Anda miliki
Baca penjelasannya di sini.