Bibliotika

Pilihan Redaksi

Melihat Walkways of the Tianmen Mountaind di Cina

Melihat Walkways of the Tianmen Mountaind di Cina

BIBLIOTIKA - Tianmen Mountain adalah gunung yang terletak di Taman Nasional Tianmen, Zhangjiajie, di barat laut Provinsi Hunan, Cina. Pada tebing-tebing gunung itu dibangun jalan setapak yang menuju ke puncak gunung. Jalan setapak itu memiliki panjang 1.600 meter, dengan ketinggian rata-rata 140 meter.

Melewati jalan setapak itu tentu dibutuhkan nyali, karena berada di tebing gunung. Meski begitu, para wisatawan berdatangan ke sana, karena pemandangan dari jalan setapak itu sangat indah dan mengagumkan. Pesona di bawah jalur setapak itu benar-benar seperti lukisan alam.

Bahkan, karena keindahan itu pula, ada bagian dari jalan setapak di sana yang sengaja dibuat dari kaca bening. Jalan setapak berbahan kaca itu mulai dibangun pada tahun 2011, dengan tujuan memudahkan para wisatawan yang ingin menikmati pemandangan secara lebih leluasa. Kenyataannya, melalui jalan kaca, orang-orang bisa langsung menikmati pemandangan di bawah tanpa terhalang apa pun.

Jalan setapak berbahan kaca itu juga ada di tebing tinggi, sekitar 1.400 meter di atas permukaan laut, memiliki panjang 60 meter, dan telah populer sebagai platform observasi tertinggi di dunia.

Tentu saja dibutuhkan nyali luar biasa untuk melewati jalan setapak dengan kaca bening semacam itu. Untuk bisa berjalan di atasnya, orang tidak hanya membutuhkan keberanian tapi juga naluri petualangan. Di sana juga terdapat peraturan yang menyebutkan bahwa wisatawan yang akan melewati jalan setapak kaca harus memakai sepatu anti-selip, untuk meminimalkan debu pada papan kaca akrilik.

Baca juga: Grüner See, Taman Indah di Bawah Air

Grüner See, Taman Indah di Bawah Air

Grüner See, Taman Indah di Bawah Air

BIBLIOTIKA - Di antara taman-taman lain di dunia, Grüner See di Austria adalah yang paling memukau dan menakjubkan. Dalam bahasa Austria, Grüner See memiliki arti “Danau Hijau”. Kenyataannya, tempat tersebut memang berupa danau, yang ada di Styria, dekat kota Tragöß (Tragoss), dan terletak di kaki pegunungan Hochschwab yang tertutup salju.

Pada waktu musim dingin, danau itu hanya sedalam 1-2 meter, dan daerah sekitarnya menjadi taman yang banyak dikunjungi para pejalan kaki. Jadi, pada waktu itu, Grüner See adalah sebuah taman yang berdekatan dengan sebuah danau. Layaknya taman, di sana terdapat aneka tanaman indah, lengkap dengan bangku-bangku taman, jembatan, dan jalan setapak.

Ketika suhu mulai meningkat pada musim semi, es dan salju di puncak gunung mulai mencair dan mengalir turun ke cekungan tanah di bawahnya. Pada waktu itu terjadi, danau yang ada di sana akan “membengkak” hingga menelan seluruh wilayah sekitarnya, termasuk taman.

Selama musim panas, saat air begitu penuh, kedalaman di danau itu mencapai 12 meter, dan menjadi tempat favorit bagi para penyelam. Di dasar danau itu terdapat pemandangan yang menakjubkan, yaitu taman yang semula ada di atas tanah, lengkap dengan bangku-bangku, jembatan, dan jalan setapak.

Memasuki bulan Juli, air danau mulai surut kembali. Pada saat musim dingin, danau itu kembali ke ukuran aslinya, taman di sekitarnya kembali muncul di atas tanah, dan kembali menjadi tempat favorit para pejalan kaki.


Bagaimana Mendefinisikan Pulau?

Bagaimana Mendefinisikan Pulau?

BIBLIOTIKA - Pulau adalah kawasan yang lebih kecil dibanding benua, dan lebih besar dibanding karang, serta dikelilingi air. Kumpulan beberapa pulau disebut kepulauan, atau archipelago dalam bahasa Inggris.

Konvensi PBB tentang Hukum Laut Internasional tahun 1982 (UNCLOS ‘82) pasal 121 mendefinisikan pulau (island) sebagai “daratan yang terbentuk secara alami dan dikelilingi air, dan selalu di atas permukaan air pada saat pasang naik tertinggi”.

Dengan kata lain, sebuah pulau tidak boleh tenggelam pada saat air pasang naik. Karena itu pula, sebuah pulau harus memenuhi empat syarat berikut: (1) memiliki lahan daratan; (2) terbentuk secara alami, bukan lahan reklamasi; (3) dikelilingi oleh air, baik air asin (laut) maupun tawar; dan (4) selalu berada di atas garis pasang tinggi.

Berdasarkan definisi di atas, maka lumpur atau karang yang terendam air saat pasang tinggi tidak bisa disebut pulau. Begitu pula lumpur atau paparan lumpur yang ditumbuhi mangrove tidak bisa disebut pulau jika terendam oleh air pasang tinggi, meskipun pohon-pohon bakaunya selalu muncul di atas muka air.

Indonesia termasuk negara kepulauan, karena memiliki banyak pulau, ada yang besar ada pula yang kecil. Di Indonesia, secara definisi, pulau kecil merupakan pulau yang mempunyai luas kurang atau sama dengan 10.000 kilometer persegi. Di antara banyak pulau di Indonesia, Bali termasuk pulau yang sangat dikenal di dunia, hingga banyak wisatawan asing yang datang ke Bali.

Popularitas Bali tentu karena keindahannya yang unik dan alami, bahkan dianggap sebagai salah satu pulau paling romantis di dunia.

Baca juga: Cherrapunjee, Jembatan Alami Terindah India

Cherrapunjee, Jembatan Alami Terindah India

Cherrapunjee, Jembatan Alami Terindah India

BIBLIOTIKA - Di Cherrapunjee, India, ada bukit bernama Khasi dan Jaintia, yang dibelah banyak sungai dengan aliran deras. Pada hilir lereng-lereng yang hangat dan lembap itu terdapat spesies pohon karet yang disebut Ficus elastica.

Pohon-pohon itu tumbuh subur, dan berkembang di sekitar sungai. Pohon itu bisa bertengger pada batu-batu besar di sepanjang sisi sungai, atau di tengah-tengah sungai, dan mengirimkan akarnya ke dasar sungai. Karenanya, pohon-pohon itu pun telah beradaptasi sangat baik terhadap erosi tanah yang disebabkan aliran cepat sungai yang turun di sepanjang lereng.

Dalam mempertahankan kehidupannya, pohon-pohon itu mengeluarkan banyak akar dari batang mereka. Orang-orang War-Khasi kuno, sebuah suku di Meghalaya, India, telah mengamati kualitas akar pohon itu dan telah memanfaatkannya untuk melayani kebutuhan mereka, yaitu sebagai jembatan untuk menyeberangi sungai-sungai. Jadi, mereka pun mengarahkan akar yang keluar dari pohon tadi agar mencapai sisi seberang sungai.

Ketika akar-akar itu telah sampai di seberang sungai, perlahan-lahan akar itu akan menembus ke tanah. Dari waktu ke waktu, seiring makin banyak akar yang menyeberangi sungai, kumpulan akar itu pun saling terkait dan saling melilit, membentuk sebuah jembatan.

Dibutuhkan waktu antara 10-15 tahun agar jembatan akar itu bisa berfungsi penuh, dan akar itu terus tumbuh dan bertambah kuat dari waktu ke waktu, karena terus hidup. Beberapa jembatan akar di Meghalaya sudah berusia lebih dari 500 tahun. Panjangnya mencapai sekitar 30 meter. Setelah benar-benar mampu berfungsi penuh, jembatan akar itu sangat kuat dan bisa menanggung bobot 50 orang sekaligus.

Di India, jembatan unik semacam itu biasa digunakan sehari-hari oleh orang-orang yang tinggal di desa-desa di sekitar Cherrapunjee, dan jembatan akar semacam itu merupakan satu-satunya di dunia.

Baca juga: Bagaimana Lembah dan Ngarai Terbentuk?

Dampak Kurang Tidur pada Remaja

 Dampak Kurang Tidur pada Remaja

BIBLIOTIKA - American Academy of Pediatrics, sebuah lembaga yang menangani masalah pelajar dan remaja di Amerika, menyarankan sekolah-sekolah di AS untuk mengundurkan jam dimulainya pelajaran, agar memberi kesempatan remaja berumur 14-17 tahun bisa tidur selama 8,5 sampai 9,5 jam di malam hari. Mereka merekomendasikan sekolah memulai pelajaran pada pukul 8.30 pagi.

Saran dan rekomendasi itu didasarkan pada kenyataan bahwa remaja usia sekolah dasar masih membutuhkan waktu tidur yang cukup. Sementara banyaknya aktivitas dan juga jarak dari rumah ke sekolah kadang menjadikan mereka kurang tidur, karena harus berangkat sekolah pagi-pagi sekali. Padahal, berdasarkan berbagai penelitian, remaja yang kurang tidur akan mengalami beragam hal negatif, yang di antaranya berikut ini.

Rentan mengalami kecelakaan

Di AS, lebih dari 100 ribu kecelakaan mobil terjadi setiap tahun akibat pengemudi kelelahan dan mengantuk. Para pengemudi tersebut umumnya berusia di bawah 25 tahun. Selain risiko mengantuk saat mengemudi, sering kurang tidur pada remaja bisa mengakibatkan mereka lalai dan bereaksi lebih lambat, sehingga bisa meningkatkan peluang terjadinya kecelakaan.

Masalah kesehatan fisik

Kurang tidur dapat mengganggu perkembangan dan kesehatan fisik remaja secara keseluruhan. Penelitian mengungkapkan bahwa remaja yang tidur dalam waktu sedikit, lebih sering mengeluhkan kesehatan mereka, dari sakit perut, sakit kepala, sakit punggung, bahkan berisiko terkena tekanan darah tinggi.

Gangguan memori dan pembelajaran

Remaja yang tidak mendapatkan waktu tidur cukup memiliki kemungkinan tinggi untuk tertidur di kelas, sehingga sulit berkonsentrasi dalam memperhatikan pelajaran. Kurang tidur juga dapat menyebabkan gangguan memori yang berpengaruh buruk pada pendidikan dan prestasi akademik remaja secara keseluruhan.

Tidak bahagia

Tidak kalah mengejutkan, remaja yang kurang tidur diketahui memiliki kecenderungan untuk tidak puas dengan kehidupan mereka. Karena kurang tidur, mereka pun mengalami kekurangan energi, sehingga sering tidak bisa ikut beraktivitas dan bersenang-senang bersama pelajar yang lain.

Berisiko tinggi mengalami obesitas

Banyak penelitian yang menyebutkan adanya pengaruh kurang tidur dengan obesitas pada anak-anak dan orang dewasa. Kurang tidur dapat mengganggu keseimbangan hormon yang mengontrol nafsu makan, serta menurunkan motivasi dan energi yang mengurangi motivasi remaja untuk berolahraga. Karenanya, kurang tidur membuat peluang obesitas semakin tinggi.

Masalah kesehatan mental

Remaja yang kurang tidur diketahui memiliki mood atau suasana hati yang mudah berubah. Mereka juga mudah marah, memiliki tingkat kecemasan yang tinggi, dan kesulitan mengontrol amarah atau emosi.

Baca juga: 6 Manfaat Tidur Tanpa Busana