Bibliotika

Pilihan Redaksi

Aneka Manfaat Biji Nangka untuk Kesehatan

Aneka Manfaat Biji Nangka untuk Kesehatan

BIBLIOTIKA - Tidak hanya buahnya yang bermanfaat, karena memiliki kandungan vitamin dan mineral, biji nangka juga memiliki manfaat yang sama. Karenanya, banyak orang mengonsumsi biji nangka dengan cara direbus. Biji nangka yang semula keras bisa berubah empuk setelah direbus. Selain itu, biji nangka juga merupakan sumber protein, karbohidrat, serat, vitamin A, B, dan C, kalsium, seng, serta fosfor.

Tidak jauh beda dengan buahnya, biji nangka juga memiliki kandungan fitonutrien seperti lignan, isoflavon, dan saponin, yang merupakan antioksidan yang baik. Berikut ini beberapa manfaat biji nangka dalam menunjang kesehatan:

Mengatasi keriput: Kandungan antioksidan yang tinggi pada biji nangka dapat mencegah atau setidaknya memperlambat penuaan di wajah. Campurkan biji nangka dengan susu dingin, kemudian hancurkan biji hingga halus, dan ratakan pada wajah. Jika dilakukan rutin, keriput di wajah akan berkurang.

Mencegah konstipasi: Kandungan serat dalam biji nangka dapat mencegah konstipasi. Mengonsumsi biji nangka juga dapat membantu mengeluarkan racun dari dalam tubuh.

Membersihkan noda pada kulit: Campurkan biji nangka kering ke dalam susu dan madu. Setelah beberapa waktu, hancurkan biji nangka menjadi pasta, dan ratakan pada kulit yang bernoda, tunggu sampai kering, kemudian bilas dengan air bersih.

Mengatasi penyakit kulit: Biji nangka memiliki kandungan protein dan mikronutrien lainnya, sehingga dapat menjadi bahan terapi masalah kulit. Mengonsumsi biji nangka secara rutin juga dapat menjaga kelembapan alami kulit Anda.

Menyuburkan rambut: Kandungan nutrisi dalam biji nangka dapat membantu melancarkan aliran darah, khususnya ke kepala, sehingga membantu pertumbuhan rambut lebih subur. Selain itu, kandungan mangan dalam biji nangka juga membantu menjaga kadar gula darah.

Mengatasi rambut rontok: Biji nangka mengandung vitamin A yang tidak hanya menunjang kesehatan mata, namun juga dapat bermanfaat dalam mengatasi rambut rontok.

Mencegah anemia: Biji nangka mengandung zat besi yang dibutuhkan oleh tubuh, guna menghindari anemia.

Meningkatkan libido: Biji nangka juga diketahui dapat menjadi afrodisiak atau makanan peningkat libido. Caranya, cukup panggang biji nangka seperti chestnut, kemudian dimakan.

Baca juga: Aneka Manfaat Nangka untuk Kesehatan

Aneka Manfaat Nangka untuk Kesehatan

Aneka Manfaat Nangka untuk Kesehatan

BIBLIOTIKA - Nangka (Artocarpus heterophyllus) adalah buah yang berasal dari pohon yang banyak tumbuh di daerah tropis. Buah nangka terkenal di berbagai belahan dunia, dan istilah Inggris menyebut buah ini dengan nama jackfruit. Tumbuhan nangka diperkirakan berasal dari India selatan, kemudian menyebar ke daerah tropis lainnya, termasuk Indonesia.

Selain dimakan sebagai buah yang memiliki rasa manis dan enak, nangka juga biasa dimanfaatkan sebagai campuran es, dibuat jus, atau diolah menjadi berbagai makanan seperti dodol nangka, kolak nangka, keripik nangka, selai nangka, dan lain-lain. Bahkan biji nangka (biasa disebut beton) juga dapat direbus untuk kemudian dimakan, karena merupakan sumber karbohidrat.

Selain nangka yang telah masak, nangka yang masih muda pun bisa diolah untuk berbagai makanan atau sayuran. Di Sumatera, terutama di Minangkabau, nangka muda biasa diolah menjadi gulai nangka. Di Jawa Barat, nangka muda biasa dijadikan sebagai salah satu bahan sayur asem. Di Jawa Tengah, terdapat berbagai macam masakan berbahan dasar buah nangka muda (disebut gori), seperti sayur lodeh, megono, oseng-oseng gori, dan lain-lain. Di Yogyakarta, nangka muda terutama dimasak sebagai gudeg.

Pohon nangka termasuk tumbuhan multi-manfaat, karena hampir semua bagiannya dapat memberi manfaat. Daun-daun nangka merupakan pakan ternak yang disukai kambing, domba, maupun sapi. Kulit batang pohon nangka yang berserat dapat digunakan sebagai bahan tali, dan pada masa lalu juga dijadikan bahan pakaian. Sementara getahnya digunakan dalam campuran untuk memerangkap burung, untuk menambal perahu, dan lain-lain.

Kayu dari pohon nangka juga memiliki kualitas baik, sekaligus mudah diolah/dibentuk saat dijadikan perkakas. Karenanya, kayu pohon nangka sering dijadikan perkakas rumah tangga, meubel, konstruksi bangunan, sampai untuk bahan pembuatan kapal. Kayu tersebut cukup kuat, awet, dan tahan terhadap serangan jamur atau rayap, bahkan memiliki pola alami yang menarik.

Kembali ke buahnya. Selain enak saat dimakan, nangka juga memiliki kandungan vitamin A, B, dan C, dalam bentuk senyawa thiamin, riboflavin, dan niacin. Nangka juga mengandung mineral seperti kalsium, potassium, ferrum (zat besi), magnesium, dalam jumlah cukup banyak bila dibandingkan berbagai buah lain. Dalam 100 gram buah nangka terdapat 106 kalori, 27,6 gram karbohidrat, dan 1,2 gram protein.

Karenanya, nangka juga memiliki peran dalam membantu kesehatan, meski konsumsi nangka sebaiknya tidak berlebihan, karena dapat pula menimbulkan banyak gas dalam perut. Berikut ini uraian manfaat nangka dalam menunjang kesehatan.

Melancarkan pencernaan

Kandungan vitamin C dalam buah nangka tidak hanya bermanfaat dalam meningkatkan sistem kekebalan tubuh, tapi juga membantu melancarkan pencernaan dan mengatasi sembelit.

Mencegah kanker

Nangka memiliki kandungan lignan dan saponin, yang merupakan senyawa dalam mencegah pertumbuhan sel kanker. Selain itu, senyawa tersebut juga memiliki peran dalam menjaga kesehaan kulit. Nangka juga mengandung fitonutrien seperti lignan, isoflavon, dan saponin, yang membentuk proteksi tubuh dalam melawan timbulnya sel kanker.

Menyehatkan kulit

Kandungan vitamin A dalam nangka membantu menjaga kesehatan kulit, serta merawat elastisitasnya. Mengonsumsi nangka setiap hari—dalam kadar secukupnya—juga dapat mencegah infeksi pada kulit.

Menurunkan tekanan darah

Nangka mengandung zat kalium, yang memiliki kemampuan dalam menyeimbangkan tekanan darah. Selain itu, mengonsumsi nangka secara rutin juga membantu mencegah penyakit jantung serta stroke.

Menjaga kesehatan tulang

Nangka mengandung magnesium dan kalsium yang membantu merawat kesehatan tulang, serta menurunkan risiko osteoporosis.

Mengatasi anemia

Nangka mengandung zat besi yang tinggi, dan dapat berperan dalam menjaga keseimbangan produksi sel darah merah. Karenanya, mengonsumsi nangka dapat membantu mengatasi anemia.

Mengatasi masalah tiroid

Zat tembaga dan mineral yang terkandung dalam buah nangka dapat membantu para wanita yang memiliki masalah ketidakseimbangan hormon tiroid.

Memperkuat sistem kekebalan tubuh

Vitamin C yang terkandung dalam nangka merupakan antioksidan yang baik dalam membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh, dan meningkatkan fungsi sel darah putih.

Menurunkan risiko penyakit jantung dan stroke

Kandungan kalium dalam buah nangka membantu mengontrol tekanan darah, dan menurunkan risiko terkena penyakit jantung dan stroke. Selain itu, kandungan kalium dalam nangka juga baik untuk menjaga keseimbangan elektrolit.

Menambah energi

Di dalam buah nangka terkandung gula alami seperti fruktosa dan sukrosa. Karenanya, mengonsumsi buah nangka tidak hanya memberikan rasa enak yang manis, tapi juga membantu tubuh kembali segar.

Mengoptimalkan fungsi tubuh

Nangka mengandung banyak mineral, di antaranya mangan, zat besi, vitamin B6, niasin, asam folat, yang semuanya berfungsi untuk mengoptimalkan fungsi tubuh.

Mencegah penuaan dini

Nangka mengandung fitonutrien dan vitamin C yang membantu menjauhkan tubuh dari kanker, dan memperlambat degenerasi sel untuk mencegah tubuh dari penyakit degeneratif. Selain itu, kandungan fitonutrien dalam nangka juga membantu menangkal radikal bebas serta mencegah penuaan dini.

Menjaga kesehatan mata

Kandungan vitamin A dan vitamin C dalam nangka tidak hanya baik bagi kulit, namun juga membantu kesehatan mata. Nangka dapat mengatasi dan mencegah berbagai gangguan pada mata, seperti degenerasi makula dan rabun senja.

Baca juga: Aneka Manfaat Buah Rambusa untuk Kesehatan

Aneka Manfaat Buah Rambusa untuk Kesehatan

Aneka Manfaat Buah Rambusa untuk Kesehatan

BIBLIOTIKA - Rambusa (Passiflora foetida) adalah buah kecil berbentuk bulat dan berwarna kuning cerah, yang dihasilkan tanaman merambat. Umumnya, rambusa ditanam sebagai tanaman pagar atau tanaman penutup tanah untuk melindungi tanah dari erosi. Pohon rambusa dapat tumbuh setinggi 1,5 sampai 5 meter. Di Aceh, buah rambusa dikenal dengan nama “boh rambut bue” atau “rambutan monyet”.

Tanaman rambusa diperkirakan berasal dari Amerika Selatan, dan kini banyak tumbuh liar di berbagai tempat. Tanaman ini mudah dijumpai di daerah perdesaan, karena umumnya rambusa tumbuh liar di hutan, perkarangan rumah, dan perkarangan yang berumput.

Buah rambusa berukuran kecil, dan terbungkus selaput mirip bulu atau jaring-jaring. Rasa buahnya merupakan campuran antara asam dan manis, khususnya yang telah matang. Sayangnya, buah yang masih muda mengandung racun. Hal itu tampaknya menjadikan buah ini tidak populer.

Sebenarnya, rambusa memiliki kandungan nutrisi yang baik, sebagaimana umumnya buah-buahan. Rambusa memiliki kandungan air sebanyak 64,2 ml dan serat sebanyak 9,8 gram; memiliki banyak kandungan mineral yang bermanfaat untuk tubuh, di antaranya mineral sodium sebanyak 2 mg, mineral potassium sebanyak 491 mg, mineral kalsium sebanyak 10 mg, mineral magnesium sebanyak 4 mg, zat besi sebanyak 8,4 mg, serta seng sebanyak 1,1 mg.

Rambusa juga memiliki kandungan kalsium sebesar 10 mg, yang sangat penting untuk kesehatan gusi, tulang, serta gigi. Selain itu, rambusa juga memiliki kandungan zat besi yang bermanfaat dalam menghidupkan sel-sel darah merah dalam tubuh kita. Mineral ini dapat mencegah penyakit anemia, batuk, dan anemia pada saat hamil. Kandungan mineral yang paling dominan dalam buah rambusa adalah potassium, kalsium, dan zat besi.

Mineral potassium sangat bermanfaat bagi tubuh, diantaranya dapat menguatkan otot, mencegah stroke, menormalkan tekanan darah, mengurangi stres dan gelisah, menyembuhkan gangguan ginjal serta hati, menjaga keseimbangan air dalam tubuh, menjaga sistem saraf, dan lain-lain. Berikut ini uraian manfaat buah rambusa dalam menjaga kesehatan.

Menjaga kesehatan tulang

Kandungan kalsium yang tinggi dalam buah rambusa bermanfaat dalam menjaga kesehatan tulang, menjaga kepadatan tulang, dan menghindarkan risiko terkena osteoporosis.

Mencegah anemia

Buah rambusa memiliki kandungan zat besi yang dapat membantu tubuh memproduksi sel-sel darah merah, sehingga dapat mencegah dan mengatasi penyakit anemia.

Mencegah kanker

Rambusa memiliki kandungan zat antroksidan, yang terdiri dari vitamin C, flavonoid, dan potassium, yang memiliki kemampuan dalam menangkal radikal bebas penyebab kanker dan kerusakan jaringan kulit.

Mengontrol tekanan darah

Kandungan fitonutrisi dalam buah rambusa sangat bermanfaat untuk mengontrol tekanan darah agar tetap stabil.

Menjaga kesehatan gusi dan gigi

Selain membantu menjaga kesehatan tulang, kandungan kalsium di dalam buah rambusa juga bermanfaat untuk menjaga kesehatan tulang dan gigi.

Mengatasi masalah ginjal

Buah rambusa mengandung mineral, yang memiliki kemampuan dalam membantu meningkatkan fungsi ginjal dalam proses ekskresi urin.

Mengurangi stres

Kandungan senyawa di dalam buah rambusa dapat membantu meningkatkan hormon rasa senang pada tubuh, dan dapat menstabilkan saraf-saraf pusat sehingga tubuh dan otak lebih rileks.

Baca juga: Aneka Manfaat Buah Raspberry untuk Kesehatan

Pertarungan Seru Hewan-hewan di Alam Liar

Pertarungan Seru Hewan-hewan di Alam Liar

BIBLIOTIKA - Di alam liar ada banyak hewan yang sama liar, dari yang kecil sampai yang besar. Di alam liar pula, terjadi sesuatu yang disebut rantai makanan. Hewan yang kecil umumnya dimakan hewan yang besar, dan hewan yang besar dimakan hewan lain yang lebih besar. Atau, hewan yang lemah dimangsa hewan yang kuat, dan hewan yang kuat dimangsa hewan lain yang lebih kuat.

Di alam liar, ular kerap menjadi hewan pemangsa. Ular memangsa tikus, burung, serta hewan-hewan lain yang lebih kecil atau yang lemah. Karenanya, ular kerap menjadi hewan mematikan, tidak hanya bagi manusia tapi juga bagi sesama hewan. Namun, ada kalanya ular dikalahkan dan dimangsa hewan lain yang sebenarnya tidak kalah kuat darinya.

Berikut ini adalah hewan-hewan yang pernah tertangkap kamera, terkait pertarungan mereka di alam liar. Kebetulan, semuanya melibatkan ular, dan pertarungan itu tidak selamanya dimenangkan ular. Beberapa kali, ular harus kalah oleh hewan lain, meski tidak lebih besar atau lebih kuat.

Tarantula vs ular

Fenomena ini terjadi di Brasil. Leandro Malta Borges bersama teman-temannya, warga biasa, melihat kejadian tersebut saat sedang berjalan di padang rumput, Brasil Selatan, tepat dua tahun lalu (23/10/2015).

Di bawah batu, mereka menemukan seekor spesies ular Erythrolamprus almadensis terkulai dengan bagian depan dan tengah tubuh robek mendekati hancur, karena ulah spesies tarantula besar yang disebut Grammostola quirogai. Tubuh tarantula masih ada di atas ular.

Terkait fenomena ini, peneliti telah menerbitkan artikel dalam Herpetology Notes pada Desember 2016. "Untuk membunuh ular itu, tarantula pasti memegang taringnya yang berukuran 0,8 inci," tulis peneliti.

Tikus vs ular

Rojas Montecino Evy mengunggah video aksi tikus melawan ular dalam akun Facebook-nya. Di dalam video berdurasi 53 detik itu, terlihat jelas bagaimana tikus sangat berani melawan ular panjang, saat dia mencengkeram dan membawa lari anaknya.

Induk tikus itu terus mengejar ekor ular, sampai ular menyerah dan melepaskan anak tikusnya. Meski ular telah pergi, si tikus masih berlari melihat sekeliling untuk memastikan semuanya aman, dan tidak ada lagi yang mengganggu anaknya. Ini di luar kebiasaan. Umumnya, ular selalu memakan tikus.

Kobra vs Mongoose

Di padang gurun India masih kerap ditemukan ular kobra. Mereka mampu menunggu lama sampai buruan datang.

Di tempat yang sama pula, ada predator mongoose (mamalia pengerat, mirip dengan luwak, musang, tikus). Tidak mau kalah, keduanya berakhir pada sebuah pertarungan sengit dan cukup singkat.

Kobra dengan kepalanya yang sudah mekar, siap menggigit mongoose. Tidak mau kalah, mongoose juga siap menyerang. Dengan kecepatannya, mongoose menggigit kepala kobra yang lengah. Kobra yang sudah tidak berdaya itu berakhir menjadi santapan mongoose.

Kelabang vs ular

Hewan berkaki banyak yang masuk dalam kelas Artropoda ini biasanya memangsa serangga yang lebih kecil darinya. Misalnya belalang. Tapi, hal ini tidak selalu terjadi.

National Geographic pernah mengabadikan momen perkelahian kelabang dengan ular bermata hitam. Siapakah yang akan memenangkan pertarungan? Saat ular mendekati kelabang, dua hewan ini tanpa ragu langsung saling serang. Mereka bergulat di tanah dan saling mengunci musuh. Perkelahian itu tidak berlangsung lama.

Meski kelabang cukup berani, sayang pertarungan ini tetap dimenangkan ular. Dalam waktu singkat, ular membuktikan diri jauh lebih kuat dalam melilit musuhnya.

Baca juga: Menyelami Misteri di Lautan Dalam

Mengapa Biaya Cuci Helm Lebih Mahal dari Cuci Motor?

Mengapa Biaya Cuci Helm Lebih Mahal dari Cuci Motor?

BIBLIOTIKA - Helm adalah perangkat yang melengkapi pengendara sepeda motor, yang ditujukan untuk keamanan, yaitu menjaga kepala jika terjadi kecelakaan. Belakangan, helm juga menjadi pelengkap gaya atau penampilan, sehingga muncul helm-helm cantik dengan desain yang lebih modis, meski juga sama-sama berfungsi sebagai pengaman kepala.

Sebagaimana sepeda motor yang perlu dicuci secara rutin agar senantiasa bersih, helm juga perlu dicuci secara rutin. Karena, meski digunakan di kepala, helm juga bisa kotor. Bagian luar helem bisa ditempeli debu yang lalu menumpuk dan mengeras, sehingga menjadikannya kusam. Sementara bagian dalam helm juga bisa kotor dan menghitam.

Di banyak tempat, saat ini, sudah ada penyedia jasa cuci helm. Sebagaimana cuci motor, kita tinggal menyerahkan helm ke tempat jasa cuci, lalu mereka akan mencuci serta membersihkan helm kita hingga kembali bersih. Mudah dan praktis, sebagaimana jasa cuci motor.

Meski mudah dan praktis, namun ternyata banyak orang yang merasa enggan mencuci helm di tempat jasa cuci semacam itu. Alasannya, biaya cuci helm sering kali lebih mahal dibanding jasa cuci sepeda motor.

Di kawasan Jakarta Pusat, misalnya, tarif rata-rata untuk satu kali cuci helm di gerai cuci helm itu bekisar Rp 20.000 hingga Rp 30.000. Sebagai perbandingan, biaya itu lebih mahal, atau setidaknya sama dengan harga untuk satu kali membersihkan motor. Mengapa mencuci helm yang ukurannya tak seberapa memiliki biaya yang sama atau bahkan lebih mahal dari biaya cuci sepeda motor?

Mahalnya biaya pencucian helm, dikarenakan tingkat kesulitannya. Meski serara ukuran tentu lebih kecil dibandingkan ukuran sepeda motor, namun mencuci helm lebih sulit dibandingkan mencuci sepeda motor.

Pencucian helm tidak bisa dilakukan secara asal-asalan. Jika asal mencuci, helm bisa rusak. Misalnya, untuk membersihkan busa bagian dalam helm, tidak bisa dilakukan sembarangan dengan menggunakan sabun yang kandungan detergennya terlampau banyak. Sebab, dalam jangka waktu panjang akan merusak busa.
 
Selain itu, proses pengeringannya harus dilakukan secara hati-hati. Suhu dan waktu untuk proses pengeringan harus tepat. Jika tidak, busa pada bagian dalam helm akan rusak.

Karena proses yang lebih sulit dan rumit itulah, yang menjadikan biaya mencuci helm rata-rata lebih mahal dibandingkan biaya mencuci sepeda motor.

Baca juga: Mengapa Beli BBM Tidak Boleh Pakai Jeriken?