Bibliotika

Pilihan Redaksi

Pertarungan Seru Hewan-hewan di Alam Liar

Pertarungan Seru Hewan-hewan di Alam Liar

BIBLIOTIKA - Di alam liar ada banyak hewan yang sama liar, dari yang kecil sampai yang besar. Di alam liar pula, terjadi sesuatu yang disebut rantai makanan. Hewan yang kecil umumnya dimakan hewan yang besar, dan hewan yang besar dimakan hewan lain yang lebih besar. Atau, hewan yang lemah dimangsa hewan yang kuat, dan hewan yang kuat dimangsa hewan lain yang lebih kuat.

Di alam liar, ular kerap menjadi hewan pemangsa. Ular memangsa tikus, burung, serta hewan-hewan lain yang lebih kecil atau yang lemah. Karenanya, ular kerap menjadi hewan mematikan, tidak hanya bagi manusia tapi juga bagi sesama hewan. Namun, ada kalanya ular dikalahkan dan dimangsa hewan lain yang sebenarnya tidak kalah kuat darinya.

Berikut ini adalah hewan-hewan yang pernah tertangkap kamera, terkait pertarungan mereka di alam liar. Kebetulan, semuanya melibatkan ular, dan pertarungan itu tidak selamanya dimenangkan ular. Beberapa kali, ular harus kalah oleh hewan lain, meski tidak lebih besar atau lebih kuat.

Tarantula vs ular

Fenomena ini terjadi di Brasil. Leandro Malta Borges bersama teman-temannya, warga biasa, melihat kejadian tersebut saat sedang berjalan di padang rumput, Brasil Selatan, tepat dua tahun lalu (23/10/2015).

Di bawah batu, mereka menemukan seekor spesies ular Erythrolamprus almadensis terkulai dengan bagian depan dan tengah tubuh robek mendekati hancur, karena ulah spesies tarantula besar yang disebut Grammostola quirogai. Tubuh tarantula masih ada di atas ular.

Terkait fenomena ini, peneliti telah menerbitkan artikel dalam Herpetology Notes pada Desember 2016. "Untuk membunuh ular itu, tarantula pasti memegang taringnya yang berukuran 0,8 inci," tulis peneliti.

Tikus vs ular

Rojas Montecino Evy mengunggah video aksi tikus melawan ular dalam akun Facebook-nya. Di dalam video berdurasi 53 detik itu, terlihat jelas bagaimana tikus sangat berani melawan ular panjang, saat dia mencengkeram dan membawa lari anaknya.

Induk tikus itu terus mengejar ekor ular, sampai ular menyerah dan melepaskan anak tikusnya. Meski ular telah pergi, si tikus masih berlari melihat sekeliling untuk memastikan semuanya aman, dan tidak ada lagi yang mengganggu anaknya. Ini di luar kebiasaan. Umumnya, ular selalu memakan tikus.

Kobra vs Mongoose

Di padang gurun India masih kerap ditemukan ular kobra. Mereka mampu menunggu lama sampai buruan datang.

Di tempat yang sama pula, ada predator mongoose (mamalia pengerat, mirip dengan luwak, musang, tikus). Tidak mau kalah, keduanya berakhir pada sebuah pertarungan sengit dan cukup singkat.

Kobra dengan kepalanya yang sudah mekar, siap menggigit mongoose. Tidak mau kalah, mongoose juga siap menyerang. Dengan kecepatannya, mongoose menggigit kepala kobra yang lengah. Kobra yang sudah tidak berdaya itu berakhir menjadi santapan mongoose.

Kelabang vs ular

Hewan berkaki banyak yang masuk dalam kelas Artropoda ini biasanya memangsa serangga yang lebih kecil darinya. Misalnya belalang. Tapi, hal ini tidak selalu terjadi.

National Geographic pernah mengabadikan momen perkelahian kelabang dengan ular bermata hitam. Siapakah yang akan memenangkan pertarungan? Saat ular mendekati kelabang, dua hewan ini tanpa ragu langsung saling serang. Mereka bergulat di tanah dan saling mengunci musuh. Perkelahian itu tidak berlangsung lama.

Meski kelabang cukup berani, sayang pertarungan ini tetap dimenangkan ular. Dalam waktu singkat, ular membuktikan diri jauh lebih kuat dalam melilit musuhnya.

Baca juga: Menyelami Misteri di Lautan Dalam

Mengapa Biaya Cuci Helm Lebih Mahal dari Cuci Motor?

Mengapa Biaya Cuci Helm Lebih Mahal dari Cuci Motor?

BIBLIOTIKA - Helm adalah perangkat yang melengkapi pengendara sepeda motor, yang ditujukan untuk keamanan, yaitu menjaga kepala jika terjadi kecelakaan. Belakangan, helm juga menjadi pelengkap gaya atau penampilan, sehingga muncul helm-helm cantik dengan desain yang lebih modis, meski juga sama-sama berfungsi sebagai pengaman kepala.

Sebagaimana sepeda motor yang perlu dicuci secara rutin agar senantiasa bersih, helm juga perlu dicuci secara rutin. Karena, meski digunakan di kepala, helm juga bisa kotor. Bagian luar helem bisa ditempeli debu yang lalu menumpuk dan mengeras, sehingga menjadikannya kusam. Sementara bagian dalam helm juga bisa kotor dan menghitam.

Di banyak tempat, saat ini, sudah ada penyedia jasa cuci helm. Sebagaimana cuci motor, kita tinggal menyerahkan helm ke tempat jasa cuci, lalu mereka akan mencuci serta membersihkan helm kita hingga kembali bersih. Mudah dan praktis, sebagaimana jasa cuci motor.

Meski mudah dan praktis, namun ternyata banyak orang yang merasa enggan mencuci helm di tempat jasa cuci semacam itu. Alasannya, biaya cuci helm sering kali lebih mahal dibanding jasa cuci sepeda motor.

Di kawasan Jakarta Pusat, misalnya, tarif rata-rata untuk satu kali cuci helm di gerai cuci helm itu bekisar Rp 20.000 hingga Rp 30.000. Sebagai perbandingan, biaya itu lebih mahal, atau setidaknya sama dengan harga untuk satu kali membersihkan motor. Mengapa mencuci helm yang ukurannya tak seberapa memiliki biaya yang sama atau bahkan lebih mahal dari biaya cuci sepeda motor?

Mahalnya biaya pencucian helm, dikarenakan tingkat kesulitannya. Meski serara ukuran tentu lebih kecil dibandingkan ukuran sepeda motor, namun mencuci helm lebih sulit dibandingkan mencuci sepeda motor.

Pencucian helm tidak bisa dilakukan secara asal-asalan. Jika asal mencuci, helm bisa rusak. Misalnya, untuk membersihkan busa bagian dalam helm, tidak bisa dilakukan sembarangan dengan menggunakan sabun yang kandungan detergennya terlampau banyak. Sebab, dalam jangka waktu panjang akan merusak busa.
 
Selain itu, proses pengeringannya harus dilakukan secara hati-hati. Suhu dan waktu untuk proses pengeringan harus tepat. Jika tidak, busa pada bagian dalam helm akan rusak.

Karena proses yang lebih sulit dan rumit itulah, yang menjadikan biaya mencuci helm rata-rata lebih mahal dibandingkan biaya mencuci sepeda motor.

Baca juga: Mengapa Beli BBM Tidak Boleh Pakai Jeriken?

Aneka Manfaat Buah Raspberry untuk Kesehatan

Aneka Manfaat Buah Raspberry untuk Kesehatan

BIBLIOTIKA - Buah raspberry mungkin masih asing di Indonesia, karena kenyataannya buah ini memang langka. Kebanyakan raspberry yang ada di toko buah atau swalayan adalah buah impor. Selain dalam bentuk buah, raspberry juga masuk ke Indonesia dalam bentuk sirup kemasan, yang terkenal dengan nama frambos.

Buah yang berasal dari daratan Eropa ini memiliki kandungan vitamin C tinggi, dan kandungan vitamin itu pula yang menjadikan raspberry memiliki rasa cenderung asam. Selain vitamin C, raspberry juga mengandung aneka nutrisi, berupa karbohidrat, gula alami, serat, protein, vitamin A, vitamin K, betakaroten, kalsium, zat besi, sodium, mangan, anthocyanin, dan lain-lain.

Setelah diolah menjadi sirup, raspberry tetap memiliki kandungan manfaat, tak jauh beda dengan buah yang masih segar. Berikut ini uraian aneka manfaat buah raspberry dalam menunjang kesehatan.

Membakar lemak

Raspberry sangat baik untuk orang yang sedang berdiet, menurunkan berat badan, karena buah ini kaya serat dan mangan. Serat memiliki kemampuan dalam memperlambat proses pencernaan, sehingga Anda merasa kenyang lebih lama. Sementara mangan meningkatkan metabolisme tubuh, serta membantu pembakaran lemak.

Kemudian, raspberry juga memiliki kandungan senyawa keton yang berfungsi memecah jaringan lemak, dengan meningkatkan produksi adiponektin (hormon protein dalam jaringan lemak yang meningkatkan kemampuan metabolisme lemak).

Mencegah penyakit jantung

Raspberry memiliki kandungan asam ellagic yang membantu menurunkan risiko serangan jantung. Asam tersebut juga membantu menurunkan kadar kolesterol jahat, dan menurunkan tekanan darah tinggi. Selain itu, asam salisilat dalam rapsberry dapat membantu melawan aterosklerosis dan penyakit jantung.

Mengatasi kerusakan hati

Mengonsumsi secangkir raspberry setiap hari dapat mencegah kerusakan sel dan masalah hati, karena buah ini dapat membantu mencegah pembentukan plak di dinding hati yang merupakan penyebab kanker hati. Selain itu, kandungan zat keton dalam raspberry juga dapat membakar lemak di hati.

Menjaga kestabilan gula darah

Raspberry mampu mengontrol kadar gula darah, sehingga baik untuk penderita diabetes tipe 2. Hal itu dimungkinkan, karena senyawa keton dalam raspberry dapat memproduksi senyawa adinopectin yang mampu mengendalikan kadar gula darah.

Menjaga kesehatan kulit

Kandungan antioksidan dan vitamin dalam raspberry membantu kulit lebih kencang dan cerah. Zat keton dalam raspberry juga mampu menangkal efek radikal bebas dari tubuh. Hasilnya, tubuh terhindar dari gejala penuaan dini, dan kulit tidak mudah berkeriput. Untuk tujuan ini, Anda bisa mengonsumsi raspberry sebagai buah segar, atau menjadikannya masker untuk merawat kulit.

Menurunkan risiko anemia

Kandungan kalium dalam raspberry bisa membantu melindungi detak jantung serta tekanan darah agar selalu normal. Raspberry juga memiliki kandungan beberapa mineral lain, di antaranya mangan, tembaga, serta zat besi. Tembaga sangat penting untuk menghasilkan sel darah merah, sementara zat besi serta folat bisa membantu menurunkan risiko anemia.

Menurunkan risiko kanker

Raspberry memiliki kandungan antioksidan 10 kali lebih banyak dari tomat. Kandungan antioksidan yang sangat tinggi dalam raspberry diketahui dapat membantu menangkal kanker. Hal itu dimungkinkan, karena antioksidan dapat membuat perlindungan pada tubuh dari serangan kerusakan akibat radikal bebas.

Mengontrol diabetes

Raspberry memiliki indeks glikemik rendah, yang menghasilkan karbohidrat putus perlahan-lahan, dan hal tersebut dapat memperlambat pelepasan gula dalam darah. Hal semacam itu menyebabkan rendahnya keinginan insulin dari tubuh, serta berguna untuk pasien diabetes.

Sebagai anti-inflamasi

Mengonsumi raspberry dapat membantu mencegah kerusakan pada membran sel serta komponen lain, mengurangi jamur serta perkembangan bakteri pada tubuh, dan mengurangi reaksi alergi yang disebabkan antihistamin. Kandungan nutrisi di dalam raspberry juga dapat menurunkan demam, mengatasi diare, melancarkan kemih, dan mencegah infeksi saluran kemih.

Memperlambat proses penuaan

Kandungan antioksidan dalam raspberry dapat memperlambat proses penuaan, dengan menetralkan radikal bebas pada tubuh. Antosianin, flavonoid yang memberi warna merah pada raspberry, juga membantu kulit senantiasa sehat dan awet muda. Beberapa zat itu juga dapat merangsang produksi kolagen, sehingga membantu kulit lebih sehat dan cantik.

Mengatasi rambut rontok

Kandungan vitamin B dalam buah raspberry sangat baik dalam menjaga rambut dari kerontokan. Raspberry juga mempunyai kandungan asam folat yang membantu mendorong pertumbuhan rambut. Kemudian, raspberry juga memiliki kandungan biotin yang menjaga kesehatan rambut, sehingga selalu tampak bercahaya.

Menyehatkan kulit kepala

Kandungan vitamin C kadar tinggi dalam buah raspberry dapat membantu menjaga kesehatan kulit kepala, sehingga dapat menumbuhkan rambut yang sehat dan mencegah ketombe atau gatal-gatal pada kulit kepala.

Baca juga: Aneka Manfaat Pala untuk Kesehatan

Aneka Manfaat Pala untuk Kesehatan (2)

Aneka Manfaat Pala untuk Kesehatan

BIBLIOTIKA - Artikel ini lanjutan artikel sebelumnya (Aneka Manfaat Pala untuk Kesehatan ~ 1). Untuk mendapatkan pemahaman yang lebih baik, sebaiknya bacalah artikel sebelumnya terlebih dulu.

Menjaga kesehatan otak

Kandungan senyawa dalam buah pala dapat membantu menurunkan risiko degradasi jalur saraf dan mengatasi penurunan kognitif otak. Degradasi jalur saraf dan penurunan kognitif otak pada penderita Alzheimer, parkinson, dan pikun, juga bisa dikurangi atau diperlambat efeknya dengan mengonsumsi buah pala.

Mengeluarkan racun tubuh

Ada banyak cara untuk melakukan detoksifikasi atau mengeluarkan racun dari dalam tubuh, salah satunya dengan pala. Dalam tubuh kita, banyak racun mengendap tanpa disadari, di antaranya di bagian ginjal, hati, dan usus. Senyawa kimia dalam buah pala dapat membantu membersihkan racun dari organ-organ tersebut, dan mengeluarkannya melalui kotoran, keringat, maupun urin.

Menjaga kesehatan mulut

Kandungan minyak atsiri dalam buah pala memiliki khasiat dalam menghilangkan bau mulut, serta meningkatkan kesehatan gusi dan gigi. Karena kenyataan itu pula, saat ini telah ada obat kumur maupun pasta gigi yang menggunakan ekstrak pala.

Mencegah leukemia

Penelitian menemukan bahwa senyawa kimia dalam buah pala dapat mencegah leukemia atau kanker darah. Mengonsumsi ekstrak buah pala dapat mencegah timbulnya sel leukemia dalam tubuh yang sehat, dan menghambat pertumbuhan sel kanker pada penderita leukemia.

Menyehatkan kulit

Kandungan zat scolopetin dalam buah pala dapat menghentikan peradangan pada kulit, selain dapat menghaluskan kulit dan menghilangkan bekas cacar atau bisul. Untuk tujuan itu, Anda bisa mengikuti resep berikut.

Ambil buah pala secukupnya, lalu parut sampai halus. Campurkan dengan air dan madu secukupnya, lalu balurkan pada bagian kulit yang luka. Diamkan selama 30 menit, dan bilas menggunakan air hangat.

Melancarkan peredaran darah

Kandungan kalium dalam buah pala memiliki manfaat untuk melancarkan peredaran darah dalam tubuh. Fungsi zat kalium dalam buah pala adalah melebarkan pembuluh darah. Saat pembuluh darah melebar, oksigen akan mudah masuk ke tubuh, dan aliran darah menjadi lebih lancar.

Selain itu, kalium juga membantu penyerapan nutrisi makanan yang dicerna tubuh, sehingga tubuh semakin baik dalam menyerap nutrisi yang masuk.

Menormalkan tekanan darah

Kandungan kalium dan mineral dalam buah pala bekerja sama dalam mengatur tekanan darah, sehingga menjadi normal. Tidak hanya pada tubuh yang sehat, tetapi juga pada orang yang menderita penyakit kardiovaskular.

Menjaga kesehatan tulang

Buah pala mengandung kalsium yang memiliki manfaat dalam menjaga kesehatan tulang, memperbaiki saraf tulang, dan menjaga pertumbuhan tulang, serta menghindarkan tulang dari pengeroposan.

Meningkatkan kekebalan tubuh

Vitamin C yang terkandung dalam buah pala memiliki peran dalam membantu meningkatkan sistem imun atau kekebalan tubuh, sehingga tubuh tidak mudah terserang penyakit.

Mencegah anemia

Buah pala memiliki kandungan zat besi yang dapat membantu meningkatkan serta memperbaiki sel darah merah, sehingga dapat mencegah gejala anemia.

Mengatasi diabetes

Buah pala mengandung senyawa kimia yang disebut macelignan. Senyawa tersebut dapat bermanfaat dalam menurunkan kadar gula darah pada tubuh, dan mencegah komplikasi yang dihasilkan penyakit diabetes.

Menjaga kesehatan mata

Kandungan vitamin A yang tinggi pada buah pala membantu menjaga kesehatan mata, dan membantu menjernihkan penglihatan.

Mengobati sakit gigi dan infeksi gusi

Buah pala memiliki kandungan zat samak, yang mampu mematikan kuman dalam tubuh. Mengonsumsi buah pala atau meminum sari pala dapat mengobati sakit gigi atau infeksi gusi.

Menambah energi

Buah pala mengandung gula pati, zat pati, serta karbohidrat, yang semuanya memiliki peran dalam menghasilkan energi. Karenanya, mengonsumsi buah pala dapat menambah energi saat Anda mulai lelah.

Mengatasi stres

Buah pala mengandung zat miristisin yang dapat menghambat protein monoamine oksidase yang dipercaya sebagai penyebab timbulnya stres. Karenanya, mengonsumsi buah pala dapat mengatasi stres yang Anda alami.

Menghilangkan bau badan

Kandungan senyawa limonene yang ada di dalam buah pala bisa mengatasi bau badan serta bau mulut yang tidak sedap. Minyak atsiri yang terkandung dalam buah pala juga memiliki manfaat serupa.

Mengatasi influenza

Influenza disebabkan oleh virus yang ada di sekitar kita. Jika biasanya Anda menggunakan pil atau obat yang dibeli di apotek, Anda bisa pula mengonsumsi buah pala untuk mengatasi influenza. Buah pala mengandung asam oleanolat, senyawa yang bersifat antivirus. Karenanya, mengonsumsi buah pala dapat menghalau virus influenza.

Menghindarkan hepatitis

Mengonsumsi sari buah pala secara rutin dapat mencegah hepatitis, karena buah pala memiliki kandungan asam oleanolat yang bisa melindungi hati, dan bersifat sebagai antivirus. Karenanya, virus hepatitis dapat dihindari, atau hati bisa lebih terjaga kesehatannya.

Mengatasi masuk angin

Siapkan 100 ml air hangat, campur dengan 1 sendok teh pala yang telah dihaluskan, dan 2 sendok teh bubuk pisang batu. Aduk merata, lalu minum beserta ampasnya selagi hangat. Lakukan secara rutin sampai sembuh.

Catatan:

Senyawa kimia alami dalam buah pala dapat bereaksi terhadap beberapa jenis obat-obatan tertentu. Karenanya, sangat penting untuk mengenali jenis obat apa yang memiliki efek samping berlawanan dengan senyawa kimia yang terdapat dalam buah pala. Untuk hal itu, Anda tentu perlu mengonsultasikannya dengan dokter, khususnya jika Anda sedang dalam perawatan karena sakit tertentu.

Baca juga: Aneka Manfaat Buah Persik untuk Kesehatan

Aneka Manfaat Pala untuk Kesehatan (1)

Aneka Manfaat Pala untuk Kesehatan

BIBLIOTIKA - Pala (Myristica fragrans) adalah tumbuhan yang berasal dari kepulauan Banda, Maluku. Karena nilainya yang tinggi sebagai rempah-rempah, buah dan biji pala telah menjadi komoditas perdagangan yang penting sejak zaman Romawi. Semenjak masa eksplorasi Eropa, pala tersebar luas ke daerah tropis lain, seperti Mauritius dan Karibia (Grenada).

Meski pala tergolong buah, namun kebanyakan orang—khususnya di Indonesia—lebih mengenal pala sebagai rempah-rempah atau bumbu penyedap masakan. Kenyataannya, bagian pada pala yang sering dimanfaatkan adalah bagian bijinya. Karena kenyataan itu pula, penyebutan “pala” sering kali merujuk ke “biji pala”. Padahal, seperti yang disebut tadi, pala adalah buah. Selain memiliki biji, pala juga memiliki daging buah.

Di Indonesia, tanaman pala termasuk langka, karena hanya wilayah tertentu yang menjadi penghasil pala. Karena itu pula, buah pala juga termasuk buah langka. Kepulauan Banda, Maluku, telah lama dikenal sebagai daerah penghasil pala. Selain Maluku, Ternate juga menghasilkan pala, yang disebut pala petani (myristica succadewa BL).

Di masa lalu, masyarakat Maluku hanya mengambil biji pala, dan membiarkan buahnya terserak di tanah tanpa digunakan. Sampai kemudian, setelah diketahui kalau buah pala mengandung nutrisi yang baik untuk kesehatan, masyarakat di sana pun mulai memanfaatkan buah pala untuk dikonsumsi. Mereka membuat manisan dari buah pala, juga minuman dari buah pala.

Sekilas, buah pala mirip buah duku, dengan kulit berwarna kuning kecokelatan. Meski begitu, pala memiliki ciri yang membedakannya dengan duku, di antaranya daun yang berbentuk elips dan panjang, bentuk buah yang cenderung lonjong, dan buah pala bisa membelah sendiri saat masak, hingga membentuk seperti kelopak bunga. Saat buah pala telah masak, bijinya akan kelihatan, terbungkus fuli berwarna merah. Jika fuli dibuka, biji pala akan terlihat berwarna cokelat.

Seperti yang disebut di atas, buah pala memiliki kandungan nutrisi yang baik untuk kesehatan, dan dalam buah pala terkandung nutrisi sebagai berikut:
  1. Energi (42 kkal)
  2. Protein (0,3 gram)
  3. Lemak (0,2 gram)
  4. Karbohidrat (10,9 gram)
  5. Minyak atsiri
  6. Zat samak
  7. Zat pati
  8. Saponin
  9. Scolopetin
  10. Miristisin
  11. Elemisi
  12. Enzim lipase
  13. Pektin
  14. Limonene
  15. Asam oleanolat
  16. Gula pati
  17. Zat besi (2 mg)
  18. Kalsium (32 mg)
  19. Vitamin A (29 IU)
  20. Vitamin B1 (1 mg)
  21. Vitamin C (22 mg)

Dengan kandungan nutrisinya yang lengkap, buah pala pun dapat dimanfaatkan untuk mengatasi berbagai masalah kesehatan, dan berikut ini uraiannya.

Mengatasi masuk angin

Masuk angin dapat diatasi dengan meminum rebusan buah pala. Sama seperti jahe, pala mampu menghangatkan badan dan perut yang kembung karena masuk angin. Hal itu dimungkinkan, karena pala memiliki kandungan minyak atsiri yang sama dengan jahe.

Mengatasi insomnia

Insomnia atau sulit tidur bisa menjadi masalah yang mengganggu kesehatan. Begitu pun dengan tidur yang kurang berkualitas, atau mudah bangun di tengah malam. Anda bisa mengatasi masalah tersebut dengan meminum air rebusan pala. Rutin meminum rebusan pala bisa membantu mengatasi insomnia, sekaligus menjadikan tidur lebih nyenyak.

Menambah nafsu makan

Buah pala memiliki kandungan enzim lipase yang bermanfaat dalam menambah atau meningkatkan nafsu makan. Manfaat tersebut bisa diperuntukkan bagi anak-anak maupun orang dewasa.

Melancarkan pencernaan

Enzim lipase pada buah pala membantu menghaluskan makanan yang dicerna oleh tubuh, sehingga secara tak langsung membantu melancarkan pencernaan. Enzim lipase sebenarnya juga terdapat pada mulut dan lidah. Mengonsumsi pala menambah enzim tersebut, sehingga fungsinya lebih baik.

Mengatasi mual dan muntah

Buah pala memiliki sifat antiemetik, yaitu mengatasi dan menghilangkan mual atau perasaan ingin muntah. Karenanya, pala cocok dikonsumsi orang yang biasa mengalami mabuk dalam perjalanan.

Mengatasi nyeri

Selain menghilangkan mual dan muntah, sifat antiemetik pada buah pala juga bermanfaat untuk menghilangkan nyeri pada waktu haid, maupun nyeri karena reumatik.

Meredakan asam lambung

Masalah asam lambung sering ditandai dengan rasa perih dan mual dalam perut. Buah pala dapat mengatasi masalah tersebut, karena memiliki kandungan zat saponin yang bermanfaat dalam meredakan dan menurunkan asam lambung dalam tubuh. Untuk mendapatkan manfaat tersebut, ikuti resep berikut.

Siapkan 100 ml air hangat, lalu masukkan 1 sendok teh pala yang telah dihaluskan ke dalamnya. Setelah itu, campurkan 2 sendok teh pisang batu. Aduk sampai rata, lalu minum selagi masih hangat.

Mengatasi serak atau parau

Suara yang serak atau parau bisa disebabkan beberapa hal, kadang pula diikuti rasa sakit pada tenggorokan. Anda bisa mengatasinya dengan mengikuti resep berikut.

Ambil pala dan jahe secukupnya, lalu dihaluskan. Campurkan 1 sendok teh cengkeh yang dihaluskan, 3 tetes minyak kayu putih, lalu campurkan dan aduk semua bahan sampai membentuk pasta. Oleskan ramuan tersebut ke leher, dan diamkan selama 3 jam. Lakukan secara rutin, sampai suara serak atau parau kembali normal.

Mengatasi sakit secara alami

Sakit yang disebabkan oleh cedera, luka, atau pun radang kronis, dapat diatasi dengan mengonsumsi buah pala. Buah pala memiliki senyawa kimia berupa mentol, yang mampu menurunkan rasa sakit secara alami.

Baca lanjutannya: Aneka Manfaat Pala untuk Kesehatan (2)