Bibliotika

Pilihan Redaksi

Suasana Kamar Bisa Membuat Anda Sulit Tidur

Suasana Kamar Bisa Membuat Anda Sulit Tidur

BIBLIOTIKA - Bagi sebagian orang, tidur bisa dilakukan di mana saja. Asal bisa berbaring atau duduk menyandar dengan nyaman, orang bisa terlelap. Apalagi jika sudah berbaring mapan di atas tempat tidur. Tapi bagi penderita insomnia, tidur adalah masalah. Orang yang menderita insomnia sering kali tidak bisa tidur, bahkan ketika sudah mapan bersiap tidur di atas tempat tidur di kamar sendiri.

Insomnia juga bisa terjadi dalam beberapa gejala. Umumnya adalah sulit tidur. Atau bisa tidur, namun mudah terbangun atau tidak lelap. Penyebab masalah ini umumnya karena stres, faktor psikologis, perubahan jam kerja, salah minum obat, atau pengaruh obat tertentu, dan sebagainya. Apa pun penyebabnya, insomnia tidak hanya membuat penderitanya sering merasa frustrasi, tapi juga mengancam kesehatan secara keseluruhan.

Tentu saja saran terbaik untuk mengatasi insomnia adalah dengan menemui ahli di bidang ini untuk mendapatkan konsultasi dan solusi. Namun, jika masalah insomnia bisa dibilang tidak terlalu parah, Anda bisa memperhatikan tip berikut. Siapa tahu, masalah insomnia yang Anda derita bisa terbantu dengan tip berikut ini.

Pilih warna yang tepat untuk kamar tidur

Perhatikan warna dinding kamar Anda. Apakah Anda benar-benar cocok dengan warna tersebut? Linda Wasmer Andrews, seorang psikolog yang banyak menulis masalah kesehatan dan mental, menyatakan bahwa warna bisa mempengaruhi psikologi orang. Jika kita berada di dalam ruangan yang memiliki warna tidak sesuai selera, hal itu bisa mempengaruhi pola tidur kita.

Jadi, ada baiknya Anda memperhatikan warna kamar tidur Anda, untuk meyakinkan diri bahwa Anda merasa cocok dengan warna tersebut. Jika Anda kebingungan dalam memilih atau menentukan warna yang tepat, hasil riset menyebutkan bahwa warna biru muda atau hijau muda bisa memberikan efek relaksasi, menenangkan, menyenangkan, dan mendamaikan. Warna kalem seperti krem atau merah muda, juga bisa menenangkan saat menjelang tidur.

Perhatikan kasur atau tempat tidur

Selain warna kamar atau ruangan tidur, perhatikan kasur atau tempat tidur yang Anda gunakan. Jika kasur Anda sudah sangat keras—jika Anda menggunakan kasur kapuk—bisa jadi masalah itu yang membuat Anda sering sulit tidur, karena punggung Anda sering terasa sakit. Atau sebaliknya, Anda menggunakan kasur jenis springbed, namun sudah perlu diganti.

Saat Anda membeli kasur atau tempat tidur, perlu diperhatikan apakah tingkat keempukannya cocok atau tidak. Sebagai contoh, orang yang memiliki bobot tubuh berat tentu membutuhkan kasur yang lebih tebal. Untuk mengetahuinya, cobalah telentang di kasur yang akan dibeli.

Pastikan Anda merasakan posisi tubuh nyaman, tidak ada bagian tubuh yang mendapat tekanan berlebih. Pastikan pula tidak ada tekanan pada bagian tertentu, sehingga rasanya seperti saat Anda sedang berdiri. Kasur yang baik semacam itu dapat menopang tulang punggung dan lekukan tubuh sehingga ruas-ruas tulang punggung ada pada posisi netral. Hal itu dapat membantu mencegah gangguan tulang punggung.

Kurangi cahaya kamar tidur

Cahaya yang terang dalam kamar tidur juga dapat berpotensi membuat Anda tidak bisa atau kesulitan tidur. Jika cahaya lampu di kamar tidur Anda terang benderang, cobalah kurangi atau redupkan, sehingga ikut mempengaruhi mood tidur Anda. Bisa juga dipadamkan sekalian, jika Anda lebih suka begitu. Jika kamar tidur Anda kebetulan menghadap jalan, pastikan cahaya dari luar tidak menimpa kamar tidur Anda.

Pindahkan atau keluarkan jam dari kamar tidur

Mungkin terkesan sepele, tapi hal ini juga bisa menjadi masalah dalam hal membuat sulit tidur. Jika Anda meletakkan jam—apalagi berukuran besar—di kamar, sering kali suara detak jarumnya akan terdengar sangat nyaring, khususnya ketika suasana rumah sudah sepi karena larut malam. Bagi sebagian orang, detak jarum jam itu bisa sangat mengganggu.

Selain itu, jam yang langsung terlihat saat Anda berbaring telentang di atas tempat tidur juga bisa membuat Anda tertekan. Anda bisa melihat jam berapa saat itu, dan Anda diam-diam berpikir, “Aduh, sudah jam dua dan aku belum juga tertidur.” Perasaan semacam itu sering kali membuat Anda gelisah sehingga makin sulit tidur.

Ada baiknya untuk memindahkan jam dari kamar tidur. Jika Anda memang membutuhkan jam sebagai pembantu untuk melihat waktu, gunakan saja jam yang kecil semisal weker. Atau bisa pula meletakkan jam tangan di dekat tempat tidur, agar Anda bisa meraihnya sewaktu-waktu.

Keluarkan alat elektronik dari kamar tidur

Sebagian orang meletakkan televisi di dalam kamar. Sebagian lain juga meletakkan komputer di dekat tempat tidur. Kalau kamar tidur cukup luas, keberadaan alat-alat elektronik semacam itu mungkin tidak terlalu menganggu. Tapi jika kamar berukuran sempit, keberadaan televisi dan komputer bisa mengganggu. Bukan semata-mata keberadaannya, melainkan yang kita pikir tentang benda-benda tersebut.

Bisa jadi, saat berbaring tak bisa tidur, kita membayangkan, “Televisi sedang ada acara apa, ya?” Atau, bisa pula kita memikirkan pekerjaan karena adanya komputer di tempat kita tidur. Selain televisi dan komputer, ponsel atau gadget yang ada di dekat tempat tidur juga dapat mengganggu tidur kita, karena sering menggoda kita untuk meraihnya. Ada baiknya untuk mengosongkan kamar tidur dari benda-benda elektronik semacam itu, agar Anda bisa fokus pada tujuan tidur.

Rapikan kamar tidur

Kalau kamar tidur Anda berantakan, penuh barang-barang berserakan yang memenuhi pemandangan, tidak mengherankan jika Anda sulit tidur. Bagaimana pun, kondisi kamar yang berantakan akan mempengaruhi pikiran Anda. Dari kertas-kertas kerja yang berserakan, buku-buku yang tidak rapi, sampai pakaian yang tergantung dan tergeletak di mana-mana.

Cobalah rapikan semua itu, masukkan ke dalam tempatnya masing-masing, atau keluarkan dari kamar tidur, sehingga tempat tidur Anda rapi dan enak dilihat. Dengan begitu, Anda pun bisa berbaring menyambut tidur dengan tenang, tanpa diganggu oleh pemandangan yang tidak perlu.

Segarkan udara kamar tidur

Jika kamar tidur Anda kebetulan memiliki jendela yang terhubung dengan luar rumah, rutinlah membuka jendela tersebut agar sirkulasi udara dapat berjalan dengan baik. Udara kamar yang kotor akan berganti dengan udara dari luar yang lebih segar. Hal itu tidak hanya akan mengurangi kelembapan kamar tidur, tapi juga dapat membantu Anda bernapas dengan lebih baik. Hasilnya, Anda akan lebih rileks.

Jika kamar tidur Anda tidak memiliki jendela, bukalah pintu kamar Anda, sehingga udara dari dalam rumah bisa masuk. Atau, gunakan alat pembersih udara, agar udara dalam kamar menjadi lebih segar. Selain itu, Anda juga bisa mencoba aromaterapi yang bisa membantu pikiran lebih tenang.


Tidur dan Kemampuan Mengambil Keputusan

Tidur dan Kemampuan Mengambil Keputusan

BIBLIOTIKA - Tidur membantu pikiran untuk beristirahat, hingga jadi lebih segar saat bangun tidur. Karena kenyataan itu, banyak orang yang berpikir bahwa mereka sebaiknya tidur dulu sebelum mengambil suatu keputusan, agar keputusan yang diambil bisa benar-benar baik dan memuaskan. Apakah tidur memang membantu kita dalam hal mengambil keputusan?

Berdasarkan penelitian, ternyata jawabannya tidak. Memang benar bahwa tidur dapat membantu menyegarkan pikiran, sehingga kita dapat berpikir dengan lebih baik. Tapi dalam hal mengambil suatu keputusan yang baik, bisa dibilang tidak berkaitan dengan apakah kita telah tidur sebelumnya atau tidak.

Para peneliti dari Harvard University, Stanford University, dan University of Massachusetts, melakukan penelitian menyangkut hal ini dengan melibatkan sejumlah partisipan yang dibagi dalam dua kelompok. Masing-masing kelompok, dalam kesempatan terpisah, diminta memilih tas yang mungkin akan menjadi milik mereka melalui undian. Kelompok pertama diminta langsung memilih. Sementara kelompok kedua diminta tidur lebih dulu sebelum mengambil keputusan keesokan harinya.

Analisis terhadap kedua kelompok tersebut menemukan bahwa kelompok kedua—yang diminta tidur lebih dulu—justru lebih sulit dalam membuat keputusan. Waktu yang diberikan untuk mereka, agar bisa tidur lebih dulu, justru memberi ruang bagi rasa ragu dan bimbang. Di sisi lain, tidur yang dilakukan sebelum mengambil keputusan juga memicu rasa ingin memiliki yang lebih kuat pada barang yang akan mereka pilih.

Uma R. Karmarkar dari Harvard Business School, yang memimpin riset tersebut, menyatakan bahwa tidur sebelum membuat keputusan memang bisa membuat seseorang merasa keputusannya lebih positif. Tetapi tidak menjamin mereka lebih percaya diri atas keputusan yang mereka buat. Meski begitu, membuat keputusan secara impulsif juga tidak berarti pasti baik.

Jika Anda merasa kesulitan dalam membuat keputusan, beberapa hal berikut bisa diperhatikan:
  1. Terimalah fakta bahwa Anda tidak bisa memiliki segalanya.
  2. Lebih banyak berpikir—atau memiliki waktu lebih banyak untuk berpikir—tidak menjamin keputusan akan lebih baik.
  3. Hindari menunda keputusan tanpa henti. Artinya, jika memang harus diputuskan, putuskanlah.
  4. Percayalah pada intuisi. 
  5. Jika keputusan yang diambil ternyata menghasilkan sesuatu yang tidak sesuai harapan, belum tentu Anda salah.

Baca juga: Dampak Kurang Tidur pada Remaja

Melihat Walkways of the Tianmen Mountaind di Cina

Melihat Walkways of the Tianmen Mountaind di Cina

BIBLIOTIKA - Tianmen Mountain adalah gunung yang terletak di Taman Nasional Tianmen, Zhangjiajie, di barat laut Provinsi Hunan, Cina. Pada tebing-tebing gunung itu dibangun jalan setapak yang menuju ke puncak gunung. Jalan setapak itu memiliki panjang 1.600 meter, dengan ketinggian rata-rata 140 meter.

Melewati jalan setapak itu tentu dibutuhkan nyali, karena berada di tebing gunung. Meski begitu, para wisatawan berdatangan ke sana, karena pemandangan dari jalan setapak itu sangat indah dan mengagumkan. Pesona di bawah jalur setapak itu benar-benar seperti lukisan alam.

Bahkan, karena keindahan itu pula, ada bagian dari jalan setapak di sana yang sengaja dibuat dari kaca bening. Jalan setapak berbahan kaca itu mulai dibangun pada tahun 2011, dengan tujuan memudahkan para wisatawan yang ingin menikmati pemandangan secara lebih leluasa. Kenyataannya, melalui jalan kaca, orang-orang bisa langsung menikmati pemandangan di bawah tanpa terhalang apa pun.

Jalan setapak berbahan kaca itu juga ada di tebing tinggi, sekitar 1.400 meter di atas permukaan laut, memiliki panjang 60 meter, dan telah populer sebagai platform observasi tertinggi di dunia.

Tentu saja dibutuhkan nyali luar biasa untuk melewati jalan setapak dengan kaca bening semacam itu. Untuk bisa berjalan di atasnya, orang tidak hanya membutuhkan keberanian tapi juga naluri petualangan. Di sana juga terdapat peraturan yang menyebutkan bahwa wisatawan yang akan melewati jalan setapak kaca harus memakai sepatu anti-selip, untuk meminimalkan debu pada papan kaca akrilik.

Baca juga: Grüner See, Taman Indah di Bawah Air

Grüner See, Taman Indah di Bawah Air

Grüner See, Taman Indah di Bawah Air

BIBLIOTIKA - Di antara taman-taman lain di dunia, Grüner See di Austria adalah yang paling memukau dan menakjubkan. Dalam bahasa Austria, Grüner See memiliki arti “Danau Hijau”. Kenyataannya, tempat tersebut memang berupa danau, yang ada di Styria, dekat kota Tragöß (Tragoss), dan terletak di kaki pegunungan Hochschwab yang tertutup salju.

Pada waktu musim dingin, danau itu hanya sedalam 1-2 meter, dan daerah sekitarnya menjadi taman yang banyak dikunjungi para pejalan kaki. Jadi, pada waktu itu, Grüner See adalah sebuah taman yang berdekatan dengan sebuah danau. Layaknya taman, di sana terdapat aneka tanaman indah, lengkap dengan bangku-bangku taman, jembatan, dan jalan setapak.

Ketika suhu mulai meningkat pada musim semi, es dan salju di puncak gunung mulai mencair dan mengalir turun ke cekungan tanah di bawahnya. Pada waktu itu terjadi, danau yang ada di sana akan “membengkak” hingga menelan seluruh wilayah sekitarnya, termasuk taman.

Selama musim panas, saat air begitu penuh, kedalaman di danau itu mencapai 12 meter, dan menjadi tempat favorit bagi para penyelam. Di dasar danau itu terdapat pemandangan yang menakjubkan, yaitu taman yang semula ada di atas tanah, lengkap dengan bangku-bangku, jembatan, dan jalan setapak.

Memasuki bulan Juli, air danau mulai surut kembali. Pada saat musim dingin, danau itu kembali ke ukuran aslinya, taman di sekitarnya kembali muncul di atas tanah, dan kembali menjadi tempat favorit para pejalan kaki.


Bagaimana Mendefinisikan Pulau?

Bagaimana Mendefinisikan Pulau?

BIBLIOTIKA - Pulau adalah kawasan yang lebih kecil dibanding benua, dan lebih besar dibanding karang, serta dikelilingi air. Kumpulan beberapa pulau disebut kepulauan, atau archipelago dalam bahasa Inggris.

Konvensi PBB tentang Hukum Laut Internasional tahun 1982 (UNCLOS ‘82) pasal 121 mendefinisikan pulau (island) sebagai “daratan yang terbentuk secara alami dan dikelilingi air, dan selalu di atas permukaan air pada saat pasang naik tertinggi”.

Dengan kata lain, sebuah pulau tidak boleh tenggelam pada saat air pasang naik. Karena itu pula, sebuah pulau harus memenuhi empat syarat berikut: (1) memiliki lahan daratan; (2) terbentuk secara alami, bukan lahan reklamasi; (3) dikelilingi oleh air, baik air asin (laut) maupun tawar; dan (4) selalu berada di atas garis pasang tinggi.

Berdasarkan definisi di atas, maka lumpur atau karang yang terendam air saat pasang tinggi tidak bisa disebut pulau. Begitu pula lumpur atau paparan lumpur yang ditumbuhi mangrove tidak bisa disebut pulau jika terendam oleh air pasang tinggi, meskipun pohon-pohon bakaunya selalu muncul di atas muka air.

Indonesia termasuk negara kepulauan, karena memiliki banyak pulau, ada yang besar ada pula yang kecil. Di Indonesia, secara definisi, pulau kecil merupakan pulau yang mempunyai luas kurang atau sama dengan 10.000 kilometer persegi. Di antara banyak pulau di Indonesia, Bali termasuk pulau yang sangat dikenal di dunia, hingga banyak wisatawan asing yang datang ke Bali.

Popularitas Bali tentu karena keindahannya yang unik dan alami, bahkan dianggap sebagai salah satu pulau paling romantis di dunia.

Baca juga: Cherrapunjee, Jembatan Alami Terindah India