Bibliotika

Pilihan Redaksi

5 Kebiasaan yang Bisa Membuat Kamu Mudah Terserang Penyakit

5 Kebiasaan yang Bisa Membuat Kamu Mudah Terserang Penyakit

kumparan - Selama ini, parameter kebersihan hanya diukur dari segi ruang lingkupnnya saja. Padahal, berada di lingkungan yang sering dianggap bersih belum bisa menjadi penentu apakah kamu sudah terbebas dari bakteri atau kuman.

Dilansir Boldsky, masih banyak hal yang belum diketahui oleh masyarakat, terutama tentang kebersihan. Kebanyakan orang tidak menyadari jika kebiasaan yang selama ini mereka anggap sudah aman dari bakteri, ternyata justru bisa berakibat buruk pada kesehatannya.

Oleh karena itu, sudah sewajarnya masyarakat mengetahui kebiaasaan apa saja yang sekiranya bisa menyebabkan mereka terinfeksi bakteri. Demi mencegah hal tersebut, sebaiknya perhatikan 5 kebiasaan ini, agar kamu bisa meningkatkan standar kebersihan:

1. Jarang membersihkan kuas makeup

Tahukah kamu jika kuas makeup menjadi tempat berkumpulnya bakteri?

Fungsi kuas yang digunakan untuk menyapukan makeup pada wajah akan membuat sel minyak dan sel kulit mati menempel di bulu-bulu kuas. Jika tidak rutin dibersihkan, maka bisa memicu pertumbuhan kuman pada kuas makeup. Kuman inilah yang akan menyebabkan tumbuhnya jerawat dan iritasi pada kulit wajah.

2. Jarang membersihkan tempat tidur

Kira-kira, seberapa sering kamu mengganti seprai tempat tidur? Jika kamu hanya menggantinya sebulan atau bahkan tiga bulan sekali, maka berhati-hatilah pada bakteri yang menempel diatas kasur.

Berdasarkan penelitian, manusia menghasilkan sekitar 26 galon keringat diatas tempat tidur per tahunnya. Keringat yang menempel di seprai ini nantinya akan membuat kasur menjadi lembab dan menyebabkan timbulnya sarang bakteri serta jamur.

3. Tidak pernah mengelap handphone

Zaman sekarang setiap manusia agaknya tak pernah bisa lepas dari gadget. Bahkan, banyak di antaranya yang memiliki kebiasaan buruk hingga membawa handphone ke kamar mandi.

Padahal, kamar mandi merupakan ruangan yang dianggap paling kotor. Dan, bukan hal yang tida mungkin jika ponsel kamu juga akan dipenuhi kuman saat keluar dari kamar mandi.

4. Tidak mengganti pakaian dalam

Para ahli telah menyarakan untuk mengganti pakaian dalam minimal dua kali sehari, karena keringat dan kuman bisa menumpuk di dalamnya. Jika kamu mengenakan pakaian dalam yang sama dalam waktu sehari, maka hal ini bisa menyebabkan gatal, infeksi, serta iritasi pada kulit.

5. Tidak mengganti spons cuci piring

Baru-baru ini, studi menunjukkan bahwa spons merupakan benda terkotor yang ada di dapur. Tekstur spons yang berongga dan berpori-pori menyebabkan mikroba mudah menempel serta berkembang biak.

Meskipun sudah rutin dibersihkan dengan air panas, namun hingga kini tetap tidak ditemukan perbedaan antara spons yang belum dan sudah dibersihkan.

Sumber: kumparan


*) Artikel ini telah tayang di kumparan.com. Pemuatan ulang di situs ini adalah hasil kerja sama situs kumparan dengan BIBLIOTIKA.

Sejarah dan Asal Usul Hari Koki Sedunia

Sejarah dan Asal Usul Hari Koki Sedunia

BIBLIOTIKA - Tanggal 20 Oktober dirayakan sebagai Hari Koki Internasional atau Hari Koki Sedunia (International Chefs Day). Perayaan itu ditujukan untuk memperingati berdirinya World Association of Chefs Societies (WACS). WACS adalah lembaga asosiasi koki sedunia. Asal usul berdirinya WACS berasal dari ide federasi memasak di Swiss.

Profesi juru masak atau koki adalah profesi yang berumur tua. Karenanya, pada akhir abad ke-19, banyak asosiasi koki yang berdiri di berbagai negara. Masing-masing asosiasi itu berdiri sendiri-sendiri, dan tidak/belum memiliki kesatuan asosiasi untuk seluruh dunia. Akhirnya, asosiasi memasak dari Swiss melahirkan gagasan untuk mendirikan asosiasi yang mewadahi semua asosiasi di berbagai negara. Gagasan itu tercetus pada bulan Mei 1920.

Delapan tahun kemudian, ide atau gagasan dari asosiasi Swiss terbentuk dengan didirikannya WACS. Asosiasi koki internasional itu resmi berdiri di Sorbonne, Paris. Kongres pertama asosiasi internasional itu dihadiri 65 delegasi dari 17 negara, mewakili 36 asosiasi nasional dan internasional. Saat itu, August Escoffier ditunjuk sebagai Presiden Kehormatan Pertama WACS. Kongres selanjutnya kembali diadakan di Prancis pada 1930 dan 1936.

Pada 1939, Perang Dunia II pecah. Sementara kondisi negara-negara dunia sedang tidak jelas, keanggotaan EACS ditangguhkan sementara, sampai dikembalikannya lembaga tersebut pada 1949. Dua tahun setelah itu, mereka mengadakan kongres di Frankfurt, Jerman, untuk menunjuk kembali presiden WACS.

Pada 1954, WACS kembali mengadakan kongres, kali ini di Swiss, yang lalu berlanjut setiap dua tahun sekali di tempat yang berbeda di seluruh dunia. Kebiasaan itu masih diteruskan sampai sekarang. Terakhir, kongres dilaksanakan di Thessalonika, Yunani, pada 2016. Kongres selanjutnya akan diadakan di Kuala Lumpur, Malaysia, pada 11 sampai 14 Juli 2018.

Kini, anggota WACS telah berjumlah lebih dari 100 asosiasi koki resmi dari berbagai negara di seluruh benua di dunia, termasuk Indonesia.

Baca juga: Etika Memasak, dari Aturan Sarung Tangan Sampai Masker

Etika Memasak, dari Aturan Sarung Tangan Sampai Masker

Etika Memasak, dari Aturan Sarung Tangan Sampai Masker

BIBLIOTIKA - Bagi sebagian orang, memasak bukan pekerjaan mudah. Karenanya tidak semua orang bisa menjadi juru masak atau koki. Seperti profesi lain, seorang juru masak juga memiliki aturan dan etika yang selalu diingat, terkait keamanan makanan atau food safety. Tujuannya tentu agar orang yang mengonsumsi makanannya tidak sampai mengalami masalah kesehatan.

Salah satu cara menjaga keamanan makanan adalah selalu mengingat kebersihan. Sebelum memasak, koki perlu mencuci tangan dengan sabun yang mengandung desinfektan dan air hangat. Karena bakteri di tangan akan mati bila membilas tangan dengan sabun desinfektan, selama kurang lebih 20 detik.

Kemudian, koki juga perlu mengenakan sarung tangan untuk keperluan memasak. Meski begitu, memakai satu sarung tangan yang tidak diganti adalah perilaku yang salah. Satu sarung tangan hanya boleh digunakan untuk satu jenis makanan. Misalnya, setelah memegang buah, koki tidak bisa mengambil ikan dengan sarung tangan yang sama.

Untuk menyentuh pintu atau barang lainnya pun, koki harus melepas sarung tangan terlebih dulu. Hal itu dimaksudkan untuk menghindari bakteri yang menempel di sarung tangan masuk ke makanan, atau dikenal dengan istilah cross contamination. Koki juga harus bisa memahami kapan waktu yang tepat untuk mengenakan atau melepas sarung tangan.

Ketika memotong wortel mentah misalnya, koki bisa melepas sarung tangan, karena potongan wortel tersebut akan dimasak setelahnya. Namun, kalau mengaduk salad harus pakai sarung tangan, karena setelahnya langsung dimakan. Tujuannya, sekali lagi, agar tidak terjadi cross contamination.

Selain sarung tangan, hal lain yang juga perlu diperhatikan seorang koki adalah pemakaian masker, khususnya ketika seorang koki sedang mengalami flu. Terkait pemakaian masker, koki juga harus bisa memahami kapan masker perlu diganti. Karena masker yang terkena asap terlalu lama juga dapat memunculkan bakteri.

Seorang koki penting memiliki pengetahuan dasar ihwal food safety dan kebersihan. Atau, setidaknya, pengetahuan terkait hal itu penting diketahui oleh pemilik rumah makan, agar keamanan dan kebersihan makanan terjaga dan tidak mengancam kesehatan konsumen.

Baca juga: Tips Sehat Seputar Memasak

Aneka Manfaat Jeruk Bali untuk Kesehatan

Aneka Manfaat Jeruk Bali untuk Kesehatan

BIBLIOTIKA - Jeruk bali (Citrus grandis, C. Maxima) adalah spesies jeruk yang memiliki ukuran paling besar dibanding jeruk lain. Selain ukurannya yang besar, jeruk bali juga memiliki kulit yang tebal, sehingga sulit dikupas sebagaimana kulit jeruk lain.

Biasanya, untuk mengupas jeruk bali, kita perlu memotong kulit buah ini terlebih dulu dengan pisau pada empat bagian, kemudian baru dikupas kulitnya. Karena besar dan tebalnya kulit jeruk bali, banyak orang memanfaatkan kulit jeruk bali sebagai media kreativitas. Misal dibuat kapal, mobil-mobilan, dan lain-lain.

Meski dikenal dengan nama jeruk bali, sebenarnya jeruk ini sama sekali tidak memiliki kaitan dengan pulau Bali. Jeruk ini bahkan lebih banyak tumbuh di Jawa daripada di Bali. Karena kenyataan itu pula, Departemen Pertanian menyarankan agar nama jeruk bali diubah menjadi pomelo atau buah pomelo. Nama pomelo merupakan istilah Inggris yang digunakan untuk menyebut jeruk ini.

Terlepas mengenai namanya—jeruk bali atau pomelo—jeruk ini memiliki aneka nutrisi yang sangat baik dalam menunjang kesehatan, khususnya vitamin C. Dalam 100 gram jeruk bali terdapat 350 mikrogram vitamin C. Tubuh membutuhkan vitamin C untuk meningkatkan kekebalan, dan menghindari serangan penyakit. Selain vitamin C, jeruk bali juga mengandung zat pektin yang bermanfaat dalam mencegah atau menurunkan kadar kolesterol dalam darah.

Selain itu, jeruk bali memiliki kandungan senyawa yang berperan sebagai pembersih darah, di antaranya bioflavonoid, likopen, vitamin A, B, B1 dan B2, serta asam folat. Karenanya, mengonsumsi jeruk bali secara rutin dapat membersihkan racun dari darah di dalam tubuh kita.

Jeruk bali juga baik dikonsumsi ibu hamil, karena kandungan asam folat yang dimilikinya. Asam folat tidak diproduksi cukup dalam tubuh ibu hamil, sehingga disarankan untuk mendapat asupan asam folat dari makanan yang dikonsumsi, untuk menjaga kesehatan ibu hamil dan janin yang dikandungnya. Asam folat adalah zat yang sangat dibutuhkan bayi dalam pembentukan tubuh dan perkembangan otak.

Berikut ini uraian lebih lengkap mengenai manfaat jeruk bali dalam membantu menjaga kesehatan kita.

Sebagai antioksidan

Jeruk bali, sebagaimana banyak buah-buahan lain, memiliki kandungan antioksidan yang mampu mencegah radikal bebas. Radikal bebas dapat menyebabkan berbagai penyakit, dari yang ringan sampai yang berat.

Mengatasi sariawan

Jeruk bali memiliki kandungan vitamin C yang tinggi, sehingga mampu mengatasi masalah sariawan yang umumnya disebabkan karena tubuh kekurangan vitamin C. Karena itu, jeruk bali sangat baik untuk dijadikan pencuci mulut.

Menyegarkan tubuh

Jeruk bali memiliki rasa khas, perpaduan antara asam dan manis, yang menjadikan buah ini sangat baik dalam menyegarkan tubuh. Menikmati jeruk bali saat cuaca panas dapat mengembalikan semangat dan kesegaran Anda.

Mencegah kanker

Jeruk bali mengandung antioksidan yang baik dalam menangkal radikal bebas, yang salah satunya dapat menyebabkan kanker. Selain itu, jeruk bali memiliki kandungan kalium, yang efektif dalam mencegah pertumbuhan sel kanker dan menghambat pertumbuhan sel kanker.

Menurunkan kadar kolestrol

Kandungan senyawa pektin dalam jeruk bali dapat menurunkan kadar kolesterol dalam darah. Terkait kolesterol jahat, ada orang yang “berbakat” memiliki kolesterol, ada pula orang yang “tak berbakat” memiliki kolesterol. Terlepas Anda berbakat atau tidak, kandungan pektin dalam jeruk bali memiliki manfaat dalam menjaga kesehatan, khususnya terkait peredaran darah.

Mencegah penyakit jantung

Selain mampu menurunkan kadar kolesterol, senyawa pektin dalam jeruk bali juga efektif dalam menjaga kesehatan jantung. Rutin mengonsumsi jeruk bali dapat menjauhkan Anda dari kemungkinan serangan jantung.

Membersihkan sel darah merah

Senyawa-senyawa di dalam jeruk bali mampu membersihkan sel darah merah, sekaligus meningkatkan kadar darah di dalam tubuh. Selain itu, jeruk bali juga membantu mencegah gejala anemia.

Mengatasi hipertensi

Jeruk bali adalah makanan yang bagus untuk dikonsumsi penderita hipertensi, karena mampu mengontrol serta menurunkan tekanan darah. Sedangkan bagi yang tidak menderita hipertensi, kandungan nutrisi dalam jeruk bali dapat membantu mencegah penyakit tersebut.

Menjaga daya tahan tubuh

Jeruk bali mengandung aneka vitamin dan mineral yang memiliki manfaat dalam menjaga kesehatan dan daya tahan tubuh. Dengan kekebalan atau daya tahan tubuh yang terjaga, penyakit tidak akan mudah menyerang.

Antibakteri dan anti-inflamasi

Jeruk bali memiliki kemampuan sebagai antibakteri dan anti-inflamasi. Karenanya, rutin mengonsumsi jeruk bali membantu Anda terhindar dari peradangan, serta terjaga dari penyakit yang disebabkan bakteri, semisal tifus.

Memperbaiki sel tubuh yang rusak

Kandungan nutrisi dalam jeruk bali sangat baik dalam membantu memperbaiki sel-sel tubuh yang mengalami masalah atau kerusakan. Hal itu tentu sangat bagus untuk menjaga kesehatan tubuh, terutama organ-organ bagian dalam.

Menjaga kesehatan pencernaan

Jeruk bali memiliki kandungan serat yang tinggi, yang sangat baik untuk menjaga kesehatan pencernaan, mencegah sembelit, diare, juga wasir.

Menjaga kesehatan kulit

Jika Anda ingin memiliki kulit yang lebih halus, cerah, dan lebih sehat, Anda dapat rutin mengonsumsi jeruk bali. Kandungan vitamin dan mineral dalam buah ini efektif dalam merawat kesehatan dan kecantikan kulit.

Mencegah penuaan dini

Karena kandungan antioksidan dalam jeruk bali mampu menangkal radikal bebas, maka secara tak langsung juga mampu mencegah tejadinya penuaan dini. Salah satu dampak yang ditimbulkan oleh radikal bebas adalah penuaan dini, dan di antara tanda penuaan dini adalah elastisitas kulit yang menurun, serta munculnya kerut-kerut pada wajah.

Baik untuk wajah

Anda dapat menggunakan jeruk bali sebagai masker untuk wajah. Masker dari jeruk bali memiliki manfaat yang bagus, di antaranya mengontrol minyak pada wajah, mencerahkan wajah, membersihkan jerawat, dan mengangkat sel kulit mati.

Untuk membuat masker jeruk bali, Anda bisa menyiapkan jeruk bali secukupnya, lalu blender sampai halus. Oleskan hasilnya pada wajah, dan diamkan selama 15-30 menit. Setelah itu, bilas dengan air bersih.

Baca juga: Aneka Manfaat Buah Bacang untuk Kesehatan

Aneka Manfaat Buah Bacang untuk Kesehatan

Aneka Manfaat Buah Bacang untuk Kesehatan

BIBLIOTIKA - Bacang (Mangifera foetida) adalah buah mirip mangga, yang merupakan salah satu buah jenis Anacardiaceae. Selain dikenal dengan nama buah bacang, buah ini juga disebut pakel, horse mango, malmut, limus, dan machang. Buah ini memiliki rasa asam agak manis, dan baunya wangi. Meski begitu, buah bacang tidak boleh dikonsumsi saat masih mentah, karena kandungan getah di dalamnya dapat menimbulkan iritasi.

Seperti yang disebut tadi, buah bacang mirip buah mangga, dengan bentuk bulat sedikit menonjol. Kulitnya berwarna hijau, daging buahnya berwarna kuning saat matang, dan memiliki serat yang tampak.

Selain bentuk buah yang mirip mangga, pohon bacang juga memiliki ciri yang mirip pohon mangga, dengan tinggi 30-35 meter, dan kulit batang pohonnya berwarna cokelat atau cokelat keabu-abuan. Bila digores atau dilukai, batang pohon bacang akan mengeluarkan getah bening yang cukup berbahaya, karena dapat melukai kulit dan menimbulkan rasa panas.

Hal serupa terjadi saat kita mengupas buah bacang. Jika kita mengupas kulit buah secara tipis, kulit tersebut akan menimbulkan getah yang sama, yang dapat membuat kulit tangan kita terasa gatal, panas, atau bahkan bengkak.

Karenanya, saat akan mengonsumsi buah bacang, disarankan agar mengupas kulitnya lebih dalam, agar getah yang terdapat pada kulit buah tidak sampai tergores. Tentu proses pengupasannya harus menggunakan pisau yang tajam. Selain itu, sebelum dimakan, cucilah buah ini terlebih dulu sampai benar-benar bersih, untuk memastikan getahnya sudah tidak ada.

Selain dimakan sebagai buah segar, buah bacang juga kerap dijadikan pelengkap es atau minuman lainnya. Sejak zaman dulu, daun bacang telah dimanfaatkan untuk menurunkan panas atau demam, bijinya dapat mengatasi masalah jamur, kudis, serta eksim. Sementara buahnya, yang memiliki kandungan vitamin C, sangat baik dalam menunjang daya tahan tubuh. Lebih lengkap, dalam 100 gram buah bacang terkandung nutrisi berikut ini.
  1. Energi: 98 kkal
  2. Protein: 1,4 gr
  3. Lemak: 0,2 gr
  4. Karbohidrat: 25,4 gr
  5. Kalsium: 21 mg
  6. Fosfor: 15 mg
  7. Zat besi: 0 mg
  8. Vitamin A: 1.218 IU
  9. Vitamin B1: 0,03 mg
  10. Vitamin C: 56 mg

Dengan kandungan nutrisi tersebut, buah bacang pun memiliki manfaat dalam menunjang kesehatan, dan berikut ini uraiannya.

Memberi energi 

Buah bacang memiliki kandungan energi yang cukup banyak, sehingga dapat membantu tubuh memperoleh asupan kalori. Di samping itu, buah bacang juga rendah lemak, sehingga baik untuk dijadikan menu tambahan harian bagi orang yang sedang diet.

Menjaga kesehatan otak

Kandungan air dalam buah bacang diketahui dapat membantu meningkatkan daya ingat dan kesehatan otak. Manfaat itu serupa dengan kandungan lemak omega 3 yang terdapat pada ikan.

Meningkatkan stamina

Dengan kandungan karbohidrat yang tinggi, buah bacang mampu membantu meningkatkan stamina tubuh, khususnya untuk orang yang mudah lelah. Namun, sebaiknya konsumsilah buah ini setelah Anda makan nasi. Artinya, buah ini hanya difungsikan sebagai penambah karbohidrat tambahan, bukan utama.

Meningkatkan kekebalan tubuh

Kandungan vitamin C dalam buah bacang dapat membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh, sehingga tidak mudah terserang penyakit. Selain itu, buah bacang memiliki kandungan vitamin yang lengkap, yang dapat membantu melancarkan peredaran darah di tubuh kita.

Menjaga kesehatan kulit

Selain vitamin C, buah bacang juga memiliki kandungan vitamin E yang membantu menjaga kesehatan kulit. Vitamin E bekerja dalam membantu proses regenerasi kulit di tubuh kita, sehingga kulit tampak lebih bersih dan segar.

Selain itu, penelitian menemukan bahwa kandungan yang terdapat pada biji buah bacang dapat mengatasi penyakit kulit, seperti trichophylosif, kudis, dan eksim.

Mengatasi demam

Buah bacang diketahui efektif dalam mengatasi demam dan menurunkan panas. Tidak hanya buahnya, tapi juga daunnya. Karena hal tersebut, banyak pencinta alam yang menjadikan buah bacang sebagai obat, saat mereka kebetulan mengalami demam di tengah hutan.

Mengatasi dehidrasi

Dehidrasi terkait dengan kurangnya mineral air di dalam tubuh. Mengonsumsi buah bacang dapat membantu tubuh mengatasi dan mencegah dehidrasi, karena buah ini memiliki kandungan air yang kaya. Menikmati jus bacang tidak hanya menyegarkan, namun juga memasok air yang cukup untuk tubuh.

Membantu menetralisir racun

Di dalam tubuh, air memiliki peran yang sangat penting, salah satunya membantu mengatur suhu tubuh dan membantu organ hati bekerja secara maksimal. Terpenuhinya air pada organ hati akan membantu proses pembuangan racun secara optimal. Karena buah bacang memiliki kandungan air yang tinggi, mengonsumsi buah ini dapat membantu tubuh mendapat pasokan air.

Menjaga kesehatan paru-paru

Salah satu organ tubuh yang juga membutuhkan pasokan air adalah paru-paru. Bahkan, 90 persen komposisi paru-paru terdiri atas air. Memenuhi kebutuhan organ ini terhadap air akan menjaga kesehatannya, sekaligus mengoptimalkan kinerjanya. Dalam hal ini, sekali lagi, buah bacang dapat memasok air ke dalam tubuh, karena kandungan airnya yang kaya.

Mengoptimalkan zat besi

Air di dalam tubuh juga memiliki peran dalam membantu proses penyerapan manfaat zat besi, sehingga lebih efektif. Zat besi yang berasal dari sumber makanan lain akan membantu memperkuat daya tahan tubuh.

Catatan:

Meski memiliki aneka manfaat, namun buah bacang sebaiknya dihindari penderita maag. Buah bacang memiliki kadar asam yang tinggi dan serat yang tebal, sehingga dapat menimbulkan naiknya kadar asam lambung. Karena itu, jika Anda kebetulan penderita maag, sebaiknya hindari mengonsumsi buah ini.

Baca juga: Aneka Manfaat Buah Rambutan untuk Kesehatan